Doa Pengajian KHM Syafi’i Hadzami pada Radio Cenderawasih
NU Online · Kamis, 7 Mei 2020 | 09:15 WIB
Pengajian tanya jawab selama beberapa tahun ini kemudian melahirkan Kitab Taudhihul Adillah, buku kumpulan fatwa sebanyak 7 jilid.
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Allāhumma alhimnī ‘ilman afqahu bihī awāmiraka wa nawāhiyak, warzuqnī fahman a‘lamu bihī kayfa unājīka yā arhamar rāhimīn.
Artinya, “Ya Allah, berikanlah ilham kepadaku berupa ilmu yang dapat membuatku memahami perintah dan larangan-Mu. Anugerahkanlah padaku pemahaman yang dapat membuatku mengetahui cara bermunajat pada-Mu, wahai Tuhan yang maha pengasih.”
اللهُمَّ ارْزُقْنِي فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ، وَحِفْظَ المُرْسَلِيْنَ، وَإِلْهَامَ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allāhummarzuqnī fahman nabiyyīn, wa hifzhal mursalīn, wa ilhāmal malāikatil muqarrabīn, bi rahmatika yā arhamar rāhimīn.
Artinya, “Ya Allah, anugerahkanlah padaku pemahaman para nabi, penjagaan para rasul, ilham malaikat muqarrabin, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang maha pengasih.”
اللهُمَّ أَكْرِمْنِي بِنُوْرِ الفَهْمِ، وَأَخْرِجْنِي مِنْ ظُلُمَاتِ الوَهْمِ، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ، وَانْشُرْ عَلَيَّ حِكْمَتَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allāhumma akrimnī bi nūril fahmi, wa akhrijnī min zhulumātil wahmi, waftah lī abwāba rahmatik, wansyur ‘alayya hikmataka yā arhamar rāhimīn.
Artinya, “Ya Allah, muliakanlah aku dengan nur pemahaman. Keluarkanlah aku dari kegelapan praduga-praduga. Bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. Tebarkanlah untukku kebijaksanaan-Mu wahai Tuhan yang maha pengasih.”
Lafal di atas merupakan doa yang mengiringi acara tanya jawab agama Islam setiap kamis malam yang disiarkan melalui Radio Cenderawasih, Jakarta, sejak tahun 1970.
Pengajian ini diasuh oleh KHM Syafi’i Hadzami (1931-2006). Pengajian tanya jawab selama beberapa tahun ini kemudian melahirkan Kitab Taudhihul Adillah, buku kumpulan fatwa sebanyak 7 jilid.
Transliterasi dan terjemahan doa oleh penulis. Doa ini ditulis dalam rangka mengenang wafat alm KHM Syafi’i Hadzami (Rais Syuriyah PBNU 1994-1999) pada 7 Mei 2006. Wallahu a‘lam. (Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
2
Ketiduran dan Tidak Sempat Ikut Shalat Idul Fitri, Terus Bagaimana?
3
Basa-Basi Lebaran yang Menjengkelkan: Kapan Nikah? Kapan Punya Anak?
4
Momen Warga Aceh saat Hendak Tabarrukan Idul Fitri dengan Mustasyar PBNU Abu MUDI
5
Kerugian Terbesar Seorang Muslim: Punya Waktu Luang tapi Tak Mendekat kepada Allah
6
NU Care-LAZISNU Kembali Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Pidie Jaya Aceh
Terkini
Lihat Semua