Home Bahtsul Masail Shalawat/Wirid Ramadhan Jenazah Ubudiyah Ilmu Hadits Tasawuf/Akhlak Khutbah Sirah Nabawiyah Doa Tafsir Haji, Umrah & Qurban Hikmah Tafsir Mimpi Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Lainnya

Penjelasan Aqidah Islam: Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah

Penjelasan Aqidah Islam: Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah
Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah merupakan aqidah umat Islam. (Ilustrasi: NU Online).
Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah merupakan aqidah umat Islam. (Ilustrasi: NU Online).

Di antara hal yang sering disalahpahami umat Islam adalah aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Apakah aqidah Ahlussunnah wal Jamaah itu, dan apa hubungannya dengan aqidah Islam?


Aqidah Ahussunnah wal Jama'ah tiada lain adalah aqidah Islam sendiri, yaitu aqidah yang diyakini Rasulullah saw, para sahabat, dan ulama Islam penerusnya hingga sekarang yang terhindar dari berbagai macam bid'ah aqidah yang menyimpang darinya. 


Meskipun dalam lingkungan Ahlussunnah wal Jama'ah terkenal dua ulama yang dijadikan panutan dalam aqidah, yaitu Abu al-Hasan al-Asy'ari (260-324 H/874-936 M) dan Abu Manshur al-Maturudi (238-333 H/852¬-944 M), bukan berarti keduanya merupakan penggagas aqidah baru dalam Islam, tetapi merupakan ulama yang telah berjasa besar menjaga aqidah sesuai tantangan zamannya. 


Penjelasan seperti ini dapat kita lihat dari keterangan Imam Tajuddin bin Ali As-Subki (727-771 H/1327-1370 M) sebagai berikut:


اِعْلَمْ أَنَّ أَبَا الْحَسَنِ لَمْ يُبْدِعْ رَأْيًا وَلَمْ يُنْشِ مَذْهَبًا. وَإِنَّمَا هُوَ مُقَرِّرٌ لِمَذَاهِبِ السَّلَفِ مُنَاضِلٌ عَمَّا كَانَتْ عَلَيْهِ صَحَابَةُ رَسُولِ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم. فَالْاِنْتِسَابُ إِلَيْهِ إِنَّمَا هُوَ بِاعْتِبَارِ أَنَّهُ عَقَدَ عَلَى طَرِيقِ السَّلَفِ نِطَاقًا وَتَمَسَّكَ بِهِ وَأَقَامَ الْحُجَّجَ وَالْبَرَاهِينِ عَلَيْهِ، فَصَارَ الْمُقْتَدِى بِهِ فِي ذَلِكَ السَّالِكُ سَبِيلَهُ فِي الدَّلَائِلِ يُسَمَّى أَشْعَرِيًّا


Artinya, “Ketahuilah, sungguh Abul Hasan Al-Asy'ari tidak menyampaikan pendapat baru dan membuat mazhab. Ia hanya menetapkan pendapat-pendapat ulama Salaf dan membela aqidah yang dipedomani para sahabat Rasulullah saw. Karena itu, penisbatan ajaran aqidah kepadanya hanyalah karena mempertimbangkan ia telah berperan mengokohkan kajiannya, memedomaninya, dan menetapkan hujjah dan argumentasinya, sehingga orang yang mengikutinya dan menempuh metodenya dalam dalil-dalil aqidah disebut sebagai golongan Asy'ari (orang yang bermazhab Asya'ri).” As-Subki, Thabaqatus Syafi'iyyah Al-Kubra, [Darul Ihya`il Kutub Al-'Arabiyah], juz III, halaman 365).


Penjelasan serupa dapat disimak pula dari ulama lainnya di antaranya adalah Syekh Muhammad Zahid Al-Kautsari (1296-1371 H/1879-1952 M), yang mengatakan:


وَإِمَامُ الْهُدَى أَبُو مَنْصُورِ الْمَاتُرِيدِيُّ رضي الله عنه وَعَنْ سَائِرِ الْأَئِمَّةِ بَنَى تَوْضِيحَ الدَّلَائِلِ عَلَى تِلْكَ الرَّسَائِلِ كَمَا جَرَى عَلَى ذَلِكَ الْإِمَامُ الْمُجْتَهِدِ أَبُو جَعْفَرِ الطَّحَاوِيُّ فِي كِتَابِ بَيَانِ الاعْتِقَادِ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ  عَلَى مَذْهَبِ فُقَهَاءِ الْمِلَّةِ: أَبِي حَنِيفَةَ وَ أَبِي يُوسُفَ وَمُحَمَّدِ بْنِ الْحَسَنِ رضي الله عنهم الْمَعْرُوفُ بِعَقِيدَةِ الطَّحَاوِيَّةِ


Artinya, “Imamul Huda Abu Manshur Al-Maturidi radhiyallahu 'anhu wa 'an sairil aimmah membangun penjelasan dalil-dalil aqidah berdasarkan risalah-risalah karya Abu Hanifah tersebut, seperti halnya yang dilakukan Imam Abu Ja'far at-Thahawi dalam kitabnya Bayanul I'tiqad Ahlus Sunnah wa l Jama'ah 'ala Mazhabi Fuqaha`il Millah: Abi Hanifah wa Abi Yusuf wa Muhammad bin al-Hasan radhiyallahu 'anhum yang terkenal dengan judul 'Aqidatut Thahawiyyah.”( Muhammad Zahid Al-Kautsari, Al-'Aqidah wa 'Ilmul Kalam, (Beirut, Darul Kutub al-'Ilmiyah: 1425 H/2004 M), halaman 564).


Adapun kitab-kitab risalah karya Abu Hanifah yang menjadi sumber penjelasan aqidah Abu Manshur Al-Maturidi ada 5, yaitu:


a. Al-Alim wal Muta'allim riwayat Abu Hafsh bin Salim As-Samarqandi;


b. Ar-Risalah ila 'Alimil Bashrah 'Utsman bin Muslim Al-Batti riwayat Abu Yusuf; 


c. Al-Fiqhul Akbar yang terkenal dengan judul Al-Fiqhul Ausath riwayat Abu Muti'; dan


d. Al-Fiqh al-Akbar riwayat Hammad bin Abi Hanifah; dan


e. Al-Washiyyah riwayat Abu Yusuf.


Uraian seperti ini juga dijelaskan oleh Al-Qadhi Kamaluddin Ahmad Al-Bayadhi Al-Hanafi, yang menyebut Abu Manshur Al-Maturidi sebagai Mufasshil li Madzhabil Imam atau ulama yang menjelaskan secara terperinci pendapat Imam Abu Hanifah. (Ahmad Al-Bayadhi, Isyaratul Maram min 'Ibaratil Imam, [Karachi: Zamzam Publisher, 1425 H/2004 M], halaman 23).


Dari keterangan ini menjadi jelas, aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah merupakan aqidah Islam sendiri yang diwarisi dari ulama, para sahabat, dan Rasulullah saw. Demikian pula Abul Hasan Al-Asyari dan Abu Manshur Al-Maturidi bukan merupakan orang yang membuat ajaran baru dalam aqidah Islam, tapi justru dua ulama yang berjasa besar menjaga aqidah Islam sesuai tantangan zamannya saat itu. Wallahu a'lam.


Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda dan Redaktur Keislaman NU Online.



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Ilmu Tauhid Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×