Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Dadiya Pemimpin kang Adil
Khutbah Jumat Bahasa Jawa ini mengajak umat Islam khususnya para pemimpin untuk dapat bersikap adil dalam memimpin anggota atau rakyatnya
Temukan semua artikel keislaman terbaru
Khutbah Jumat Bahasa Jawa ini mengajak umat Islam khususnya para pemimpin untuk dapat bersikap adil dalam memimpin anggota atau rakyatnya
Naskah khutbah Bahasa Sunda ini mengajak jamaah agar senantiasa ingat dengan kematian dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk memaksimalkan fungsi shalat sebagai sarana menenangkan hati dan jiwa.
Khutbah Jumat ini mengingatkan para jamaah bahwa Islam adalah agama yang memerintahkan persatuan dan kesatuan dan melarang umatnya dalam perpecahan
Apa perbedaan antara tauhid rububiyyah-uluhiyyah Ibnu Taimiyyah dengan Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja? Simak penjelasannya
Khutbah ini mengingatkan bahwa meskipun berbeda, kita adalah bersaudara. Hubungan persaudaraan meniscayakan hak dan kewajiban yang harus dijaga.
Jalan umum adalah fasilitas milik publik dan tidak boleh mengganggu fasilitas umum dengan hal yang bersifat pribadi.
Korelasi mengagumkan antara surat ini dengan surat sebelumnya, Al-Ma'un adalah surat ini merupakan lawan darinya.
Tukang parkir dikenai kewajiban ganti rugi bila ia tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya.
Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya.
Pemimpin yang adil tidak hanya mengatur, tetapi juga menjadi pelindung dan pembela bagi rakyatnya.
Ayat ini memberikan pelajaran kepada hamba Allah agar tidak meremehkan waktu yang telah diberikan oleh Allah untuk menjalankan perintah-Nya.