Tujuan Rasulullah Mendirikan Darul Mitsaq
Mitsaq al-Madinah menjadi bukti otentik dalam sejarah peradaban Islam bahwa negara pertama yang didirikan Nabi Muhammad ialah negara Madinah, negara kesepakatan atau perjanjian (Darul Mitsaq).
Kumpulan artikel kategori Sirah Nabawiyah
Mitsaq al-Madinah menjadi bukti otentik dalam sejarah peradaban Islam bahwa negara pertama yang didirikan Nabi Muhammad ialah negara Madinah, negara kesepakatan atau perjanjian (Darul Mitsaq).
Kitab sirah nabawiyah dalam kategori al-khasahaish al-muhammadiyah menjelaskan tentang kekhususan-kekhususan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw, baik pada hal-hal yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi yang lain atau umatnya Islam.
Dalam keadaan yang demikian genting, Abu Bakar muncul dengan gagah dan penuh percaya diri membenarkan apa saja yang Rasulullah sampaikan tanpa tapi. Sejak kejadian itu, Nabi menjulukinya ash-Shiddiq.
Ibnu Mas’ud sengaja memberikan ceramah dengan waktu yang jarang, sebagaimana Rasulullah saw memberikan ceramah kepadanya. Kata Ibn Mas’ud, Rasulullah saw merasa khawatir kalau kami bosan menerima nasihat (HR. Muslim).
Dalam kondisi apapun (sekalipun sakit keras), ajaran Islam melarang seseorang untuk melakukan bunuh diri.
Secara fokus garis besar, penulisan kitab sirah nabawiyah dibagi menjadi dua. Ada yang menulis secara komprehensif dari Nabi lahir sampai wafat, ada pula yang menulis dengan mengambil fokus sudut pandang tertentu.
Pada mulanya, para sahabat meriwayatkan data-data historis yang berkaitan dengan kehidupan Nabi kepada generasi setelahnya.
Setelah perintah itu disampaikan kepada anak-anaknya, rupanya Qabil tidak bisa menerima perintah ini. Ia lebih suka untuk menikahi saudara kembarnya sendiri, yaitu Iqlimiya, yang memang lebih cantik daripada Layudza
Kecintaan Rasulullah terhadap tempat kelahirannya, Kota Makkah, ialah ketika beliau dan para sahabatnya berupaya membebaskan kota Makkah yang dikenal dengan peristiwa Fathu Makkah.
Kakek Abu Hanifah yang bernama Zutha-menurut riwayat pertama-itu, adalah seorang yang berbudi luhur kelahiran Persia-salah satu suku Bangsa Iran-entah tahun berapa
Rasulullah saw sebagai sosok kebanggaan umat manusia ini selalu menghargai setiap orang. Dalam berbuat baik kepada orang lain, beliau tidak memandang agama yang dianut oleh manusia.
Kendati Al-Qur’an banyak menyinggung sejarah hidup Nabi Muhammad saw, penjelasan di dalamnya masih bersifat global, tidak dijelaskan detail-detail peristiwanya, tapi lebih pada nilai-nilai moral yang bisa dijadikan teladan (‘ibrah).