Alhafiz Kurniawan
Penulis
Jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas tetap dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji. Jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas dianjurkan untuk mandi ihram, berihram, dan melaksanakan semua rangkaian ibadah haji kecuali tawaf.
Jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas tidak perlu mandi lagi setelah ihram nanti. Jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas disarankan untuk mengenakan pembalut yang dapat menjaganya dari bocor atau tetesan darahnya.ย Syekh Wahbah Az-Zuhailiย menyatakan bahwa:
ูุฅูู ุง ููุฒู ูุง ุฃู ุชุดุฏ ุงูุญูุงุธ ุงูุฐู ุชุถุนู ูู ุฃูุซู ุนูู ู ุญู ุงูุฏู ุ ูู ูุน ุชุณุฑุจู ููุฎุงุฑุฌ. ุซู ุชูุนู ุณุงุฆุฑ ู ูุงุณู ุงูุญุฌ ุฅูุง ุงูุทูุงู ุจุงูุจูุช
Baca Juga
Hukum Memakai Celana Dalam Ihram
Artinya, โPerempuan (haid atau nifas) harus mengikat pembalut yang biasa diletakkan perempuan di tempat keluarnya darah untuk mencegah bocornya darah keluar, lalu ia dapat melakukan seluruh rangkaian manasik haji kecuali tawaf di Kaโbah,โ (Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Beirut, Darul Fikr: 1985 M/1405 H], juz III, halaman 162).
Pemakaian pembalut ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan diri jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas. Pemakaian pembalut juga dapat menjaga kesehatan jamaah haji perempuan yang sedang menstruasi atau nifas.ย
Kecuali itu, pemakaian pembalut juga penting untuk mengantisipasi pencemaran pada titik-titik lokasi rangkaian manasik haji.
Rasulullah saw memerintahkan Siti Aisyah ra yang sedang mengalami menstruasi ketika melaksanakan haji untuk mengerjakan seluruh rangkaian manasik haji kecuali tawaf di Kaโbah. (HR Muttafaq alaihi). Rasulullah saw juga pernah mengatakan kepada Asma bin Umais, โKerjakanlah apa yang dilakukan jamaah haji lainnya kecuali tawaf di Kaโbah.โ
Jamaah haji perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau sedang nifas dilarang tawaf karena tawaf itu seperti ibadah shalat yang mengharuskan kesucian baik hadats kecil maupun hadats besar, dan juga kesucian dari najis. Hanya saja jamaah haji boleh berbicara ketika melaksanakan ibadah tawaf, beda dengan ibadah shalat.ย Wallahu aโlam.
Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris LBM PBNU
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
3
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
4
Baca Doa Ini untuk Jaga Kesehatan Mental
5
Ngaji Al-Hikam, Kiai Miftach Ungkap Makna Keramat dalam Perjalanan Spiritual
6
Banjir Landa Sejumlah Pemukiman di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada
Terkini
Lihat Semua