Dalil Hadits Harus Disampaikan Sesuai Tingkat Pemahaman Pendengarnya
Artikel ini memaparkan penjelasan tentang penyampaian dalil hadits yang harus disampaikan dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman pendengarnya
Artikel dengan tag "Ilmu Hadits"
Artikel ini memaparkan penjelasan tentang penyampaian dalil hadits yang harus disampaikan dengan mempertimbangkan tingkat pemahaman pendengarnya
Nabi pernah berkata, semua nasab akan terputus di hari kiamat kecuali nasabnya. Namun hemat An-Nawawi, hadits ini tidak hanya untuk nasab biologisnya.
Artikel ini berisi tentang kajian hadits tentang anjuran shalat di rumah saat terjadi fenomena alam yakni hujan badai
Sepanjang Ramadhan, dosa manusia dilipatgandakan. Menurut Ibnu Hajar, ini tidak terkait jumlah dosa, tapi kualitasnya, atau besar kecilnya dosa.
Di masa Nabi, hadits tercatat dalam korespondensi Nabi dan dunia luar. Abad III H era Al-Bukhari menjadi puncak kerja-kerja ilmiah pembukuan hadits.
90 tahun pasca Nabi saw wafat, hadits baru dibukukan. Kerja-kerja ilmiah ulama hadits membuatnya dapat dinikmati oleh umat Islam hingga sekarang.
Nabi pernah melarang penulisan hadits khawatir tercampur dengan Al-Qur'an. Tapi tidak sedikit hadits yang justru membolehkannya.
Pendapat yang mengatakan boleh meneruskan makan ketika azan subuh, jelas keliru. Begini kajian haditsnya.
Abdul Aziz bin Abi Rawad: tabi'in dan ulama besar yang cerdas, taat beribadah, dan produktif dalam meriwayatkan hadits.
Ada 7 disiplin ilmu yang dapat kita gunakan untuk memahami hadits Nabi.
Matan yang tidak masuk akal dan tidak selaras dengan syariat serta gaya kalam Nabi saw pun sewajarnya masuk dalam kategori dha’if.
Apakah memakai parfum bagi wanita termasuk pezina sebagaimana dalam hadits Nabi? Ini penjelasannya.