Akhlak Memuliakan Tetangga
Nabi Muhammad mengabarkan bahwa berbaik-baik kepada tetangga juga menjadi sebab datangnya syafa’at, yaitu ketika saksi tetangga atas dirinya diterima oleh Allah Swt dan Allah menambahkan dengan mengampuni dosanya.
Kumpulan artikel kategori Tasawuf/Akhlak
Nabi Muhammad mengabarkan bahwa berbaik-baik kepada tetangga juga menjadi sebab datangnya syafa’at, yaitu ketika saksi tetangga atas dirinya diterima oleh Allah Swt dan Allah menambahkan dengan mengampuni dosanya.
Dominasi syahwat dan kuasa setan atas diri seseorang dapat menghalangi orang untuk bersyukur. Orang yang dianugerahkan organ tubuh dengan lengkap dan menyadarinya sebagai nikmat Allah bisa jadi menyalahgunakan nikmat tersebut karena pengaruh hawa nafsu yang begitu kuat.
Nikmat fisik, nikmat makanan, nikmat penciptaan hewan, tumbuhan, udara, air, api, dan alam semesta mesti disyukuri dengan memperlakukan sebagai sesuai dengan ketentuan Allah. Oleh karenanya, kita perlu mengingat betul tujuan dasar penciptaan itu semua, yaitu penggunaan nikmat untuk penghambaan kepada Allah.
Mungkin ada yang menyangka bahwa yang paling mulia adalah yang kaya harta, dari golongan konglomerat, yang cantik rupawan, yang punya jabatan tinggi, berasal dari keturunan Arab atau bangsawan. Namun, Allah sendiri menegaskan yang paling mulia adalah yang paling bertakwa.
Manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli, Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. Semua manusia di negara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua.
Tanpa qanaah orang akan celaka dalam hidup. Orang miskin yang tidak bersikpa qanaah akan menderita lahir dan batin. Tetapi orang miskin akan menjadi mulia dan bermartabat ketika memiliki sikap qanaah.
Penyaringan ini dilakukan karena isi unggahan di media sosial tidak semuanya positif, bahkan mempunyai kecenderungan negatif dengan melimpahnya berita dan foto-foto palsu atau hoaks. Bahkan, caci maki dan fitnah dari satu orang ke orang lain merupakan pemandangan sehari-hari yang kita temui di media sosial. Padahal, secara tegas Islam sendiri melarang kepada umatnya untuk melakukan caci maki dan fitnah.
Orang menaati prokes dan mengikuti program vaksin sebagai bentuk preventif sudah benar dalam menjalankan kewajiban sebab/ikhtiar/upaya/syariat sebagaimana diterangkan Al-Anshari.
Al-Qusyairi juga mengutip hadits yang memuat keutamaan kemurahan hati dan sikap dermawan. Bahkan, hadits ini menjelaskan bahwa Allah lebih menyukai orang yang saleh secara sosial daripada ahli ibadah yang bersifat ritual.
“Semua anak adam (manusia) melakukan kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertobat” (HR At-Tirmidzi).
Insan kamil. Baik dan buruknya seseorang serta hina dan mulianya tergantung pada perjuangannya dalam mengusahakan kemuliaan dan menghindari kehinaan. Seorang mukmin yang kuat dan berilmu, lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari seorang mukmin yang lemah dan tidak berilmu.
Dalam rangka hormat kepada guru dan orang tua, seyogianya anak dan murid mengunjungi orang tua dan gurunya baik di kala keduanya hidup maupun sepeninggal keduanya. Pasalnya dua model hubungan ini lestari baik di dunia maupun di akhirat.