Syekh Abdul Qadir Memandang Harkat Non-Muslim
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memiliki tips bagaimana kita dapat memandang orang lain dengan pandangan penghormatan dan penghargaan.
Kumpulan artikel kategori Tasawuf/Akhlak
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani memiliki tips bagaimana kita dapat memandang orang lain dengan pandangan penghormatan dan penghargaan.
Meskipun membawa kegembiraan tersendiri, namun hal ini menyisakan berbagai problem, terlebih bagi para muallaf, utamanya berkaitan dengan bagaimana menjalin hubungan dengan orang tua yang masih berlainan keyakinan.
Pemberi hadiah hendaknya memandang utama kepada orang yang diberi hadiah. Sebab, pemberian kepada orang lain karena merasa iba tidak bisa disebut sebagai hadiah tetapi sedekah.
Pada riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menceritakan seorang wanita yang menyiksa kucing karena menahannya tanpa memberikannya makan. Wanita tersebut kemudian dimasukkan ke dalam neraka
Islam mengajarkan umat Islam untuk bersikap baik kepada nonmuslim, terlebih Ahli Kitab. Al-Qur’an mempersilakan umat Islam mengonsumsi makanan pemberian dan daging hewan sembelihan Ahli Kitab. (Al-Maidah ayat 5). Bahkan Nasrani mendapatkan tempat mulia dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an, Nasrani mendapat tempat begitu istimewa di hati umat Islam. (Al-Maidah ayat 82).
Orang yang tidak mematuhi hukum Allah dalam menjamin keselamatan dan menahan untuk tidak menyakiti orang lain adalah orang yangtidak sempurna keberislamannya. Orang yang tidak memiliki semangat untuk mematuhi ketentuan Allah dan menjaga hak-hak orang lain sejatinya tidak menjaga hubungannya dengan Allah sehingga keimanannya juga terbilang cacat.
Ada pelajaran penting yang dapat ditarik dari satu peristiwa di mana Nabi Muhammad SAW berhadapan dengan jenazah orang Yahudi. Ketika berhadapan dengan jenazah Yahudi, Nabi Muhammad SAW memandangnya dari segi kemanusiaan. Nabi Muhammad SAW berdiri untuk menghormati jenazah pemeluk Yahudi Madinah sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim.
Semangat persaudaraan ini dipesan Allah SWT dalam ayat sebagai berikut, “Sungguh, orang-orang mukmin itu bersaudara. Oleh karena itu, damaikanlah konflik di tengah saudara kalian. Hendaklah kalian bertakwa agar kalian mendapatkan rahmat,” (Surat Al-Hujurat ayat 10).
Sejak kecil, Ali sudah dirawat Rasulullah SAW, karena membantu Abu Thalib yang mendapat nikmat besar berupa banyaknya keturunan.
Ada dua jenis sakit, yakni sakit hati (maradl qulûb) dan sakit badan (maradl abdân), yang keduanya telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Berkaitan dengan penjelasan Syekh Abdul Qadir, sebuah hadits menerangkan bahwa Allah telah mengatur rezeki dan ajal masing-masing orang. Keduanya akan mendatangi masing-masing orang sesuai ketentuan Allah untuknya.
Imam Al-Ghazali mengatakan, secara tabiat, watak, "alamiah," atau naluri ternyata simpati atau rasa cinta tumbuh secara alamiah di hati manusia terhadap orang yang berjasa atau berbudi baik kepadanya.