Redaksi Bahtsul Masail NU Online yang saya hormati. Saya pernah mendengar penjelasan dari seorang teman mengenai kencing setan. Yang ingin saya tanyakan apakah setan juga kentut? Jika kentut, kapankah setan itu kentut? Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu โalaikum wr. wb. (Indra/Bekasi)
Jawaban
Assalamu โalaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Setan merupakan makhluk Allah SWT yang kerjanya selalu mengumbar rayuan dan godaan kepada manusia. Sudah banyak korban berjatuhan terpersosok ke dalam lembah hitam dan jurang kesesatan karena mengikuti bujuk rayunya. Karena itu kita sebagai Muslim sudah sepatutnya selalu meminta perlindungan Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.
Adapun mengenai kentut setan maka dalam benak kami tak terbayangkan bagaimana suara kentutnya. Namun ada beberapa riwayat yang setidaknya dapat membantu untuk menjelaskannya. Di antaranya adalah hadits mengenai tentang kumandang azan dan iqamah yang membuat setan lari untuk menghindari kumadangnya.
Artinya, โApabila azan sebagai panggilan shalat dikumandangkan maka setan akan lari. Ia mengeluarkan kentut sehingga ia tidak mendengar kumandangan azan. Kemudian ketika azan selesai dikumandangkan, setan kembali. Ketika iqamah dikumandangan ia pun lari lagi sehingga ia datang kembali ketika iqamah telah selesai dikumandangkan. Ia lalu mendekat dan lewat di antara manusia dan hatinya sembari berujar, โIngatlah ini, ingatlah ituโ. Demikian ini dilakukan agar ia (manusia) sibuk mengingat hal-hal yang tidak ia ingat sehingga lupa jumlah rakaat shalat yang telah dilaksanakan sehingga membuatnya tidak tahu berapa rakaat yang telah dilaksanakan,โ (Muttafaq โAlaih).
Menurut Qadli โIyadl, frasa โia (setan) mengeluarkan kentutโ, bisa saja dipahami secara tekstual, yaitu bahwa setan mengeluarkan kentut ketika ketika mendengar kumandang azan. Alasan yang dikemukakan Qadli โIyadl adalah bahwa setan merupakan jisim yang juga makan sehingga bisa diterima secara nalar jika ada angin (kentut) yang keluar darinya. Namun, bisa juga maksud frasa hadits tersebut adalah mengungkapkan tentang larinya setan dengan sangat kencang (syiddatu nafarihi) ketika mendengar kumandangan azan.
Artinya, โApabila adzan sebagai panggilan shalat dikumandangkan maka setan akan lari sembari kentut sehingga ia tidak mendengar kumandangan adzanโ. Qadli โIyadl berkata: โBisa jadi frasa ini dipahami secara tekstualis, sebab setan merupakan jisim yang makan yang bisa keluar angin (kentut) darinya. Dan bisa jadi maksudnya adalah menggambarkan tentang larinya setan dengan sangat kencang ketika mendengar kumandang adzanโ (Lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarhu Shahihil Bukhari, [Beirut, Darul Maโrifah: 1379 H], juz II, halaman 85).
Berangkat dari penjelasan yang dikemukakan oleh Qadli โIyadl di atas maka setidaknya dapat dipahami bahwa setan bisa saja kentut. Sebab, setan juga termasuk makhluk yang mengonsumsi makanan sehingga bisa saja dibenarkan apabila memang ada angin (kentut) yang keluar darinya. Sedangkan pertanyaan kedua secara otomatis telah terjawab dengan sendirinya melalui hadits di atas.
Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu โalaikum wr. wb.
(Mahbub Maafi Ramdlan)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
Terkini
Lihat Semua