Khutbah

Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan

NU Online  ·  Kamis, 23 April 2026 | 17:30 WIB

Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan

Ilustrasi santri baca buku. Sumber: Canva/NU Online.

Di era digital ini, informasi mengalir seperti air bah. Namun, ada fakta yang menyedihkan: informasi berlimpah, tetapi minat baca mendalam (deep reading) justru menurun. Kita lebih sering membaca status media sosial yang pendek, menonton video singkat yang menghibur, namun sangat berat untuk membuka satu bab buku yang bergizi bagi akal kita. 

 

Oleh karena itu, naskah khutbah Jumat ini berjudul: “Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat!


Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ


Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat akan segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah swt kepada kita. Untuk kemudian kita syukuri dan gunakan di jalan kebaikan serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.


Pada kesempatan ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah ta'ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beribadah kepada Allah akan menjadi manifestasi ketakwaan kita, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ


Artinya, "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al Baqarah ayat 21)

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Jika kita membuka kembali lembaran sejarah Islam, kita akan mendapati bahwa peradaban besar ini dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan dan tradisi membaca yang luar biasa. Perintah pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah perintah shalat, zakat, atau puasa, melainkan perintah Iqra' atau membaca. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur'an:


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ


Artinya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!” (QS. Al-'Alaq ayat 1).


Ayat pertama dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini memerintahkan beliau untuk membaca. Syekh Wahbah Zuhaili dalam Tafsirul Munir jilid XXX hal. 311-312 menyebutkan, dalam surat ini Allah juga memerintahkan untuk belajar membaca dan menulis karena keduanya merupakan media untuk mengetahui ilmu-ilmu agama dan wahyu, menetapkan ilmu-ilmu sam’iyyat serta menyebarkannya kepada manusia.


Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Yang menjadi tantangan pada zaman sekarang, atau disebut juga sebagai zaman digital, adalah bahwa informasi mengalir seperti air bah. Namun, ada beberapa fakta yang dapat kita temukan di sekitar kita atau mungkin juga terjadi pada diri kita sendiri: meski informasi berlimpah, minat baca mendalam (deep reading) justru menurun.


Krisis membaca di era digital adalah tantangan yang kompleks. Meskipun teknologi membawa kemudahan dan akses informasi yang lebih luas, kita tidak bisa mengabaikan nilai dan kedalaman yang ditawarkan oleh buku. Membaca bukan hanya tentang mengonsumsi informasi; ini adalah tentang mendapatkan pemahaman mendalam, refleksi, dan pengembangan diri.


Sayangnya, pada masa sekarang, orang, dan mungkin juga termasuk kita, lebih sering membaca status media sosial yang pendek, menonton video singkat yang menghibur, namun sangat berat untuk membuka satu bab buku yang bergizi bagi akal kita. Padahal membaca buku ini penting bagi kita. Dengan membaca buku, kita dapat meraih beberapa keutamaan.


Pertama, baik itu membaca buku dalam bentuk cetak maupun e-book, dapat menjadi wasilah kita dalam mencari ilmu. Terkait dengan jalan mencari ilmu ini, Nabi Muhammad SAW bersabda:


مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ


Artinya, "Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga. (HR Muslim)


Selain menjadi wasilah kita dalam jalan mencari ilmu, dengan membaca buku, juga akan menjadikan waktu kita menjadi lebih bermanfaat, serta menjauhkan kita dari perbuatan maksiat. Tentu, buku yang dibaca adalah buku-buku yang dapat menjadikan kita semakin dekat dengan Allah, dan bukan sebaliknya, justru menjadikan kita tercerabut dari nilai-nilai agama. Sebagaimana disampaikan Imam Az-Zarnuji dalam kitab Ta'limul Muta'allim:


فَيَنْبَغِىْ لِلْإِنْسَانِ أَنْ لَايَغْفُلَ عَنْ نَفْسِهِ، مَا يَنْفَعُهَا وَمَا يَضُرُّهَا، فِىْ أُوْلَهَا وَاُخْرَهَا، وَيَسْتَجْلِبَ مَا يَنْفَعُهَا وَيَجْتَنِبَ عَمَّا يَضُرُّهَا، كَىْ لَايَكُوْنَ عَقْلُهُ وَعِلْمُهُ حُجَّةً فَيَزْدَادَ عُقُوْبَةً، نَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ سَخَطِهِ وَعِقَابِهِ


Artinya, "Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya,"


Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Demikianlah, keterangan singkat mengenai pentingnya membaca, terutama membaca buku, yang dapat meningkatkan pengetahuan kita serta juga merupakan bentuk pengamalan dalam perintah agama. Dengan membaca buku, kita juga akan menghindarkan diri kita dan keluarga kita dari ketergantungan pada gadget.


Untuk menutup khutbah ini, marilah kita berdoa agar Allah senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan dan kemudahan kepada kita semua, agar kita dan seluruh keluarga kita dapat melaksanakan kebaikan-kebaikan yang telah diperintahkan oleh Allah, serta dijauhkan dari segala perkara yang dapat mendatangkan murka dari Allah. Amin ya Rabbal Alamin


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.  اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ   اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ، 


عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ


Ustadz Ajie Najmuddin, Pengurus MWCNU Banyudono Boyolali.