Nikah/Keluarga

Bentuk-bentuk Peralihan Masa Iddah Perempuan

NU Online  ยท  Ahad, 5 Februari 2023 | 17:00 WIB

Bentuk-bentuk Peralihan Masa Iddah Perempuan

Masa iddah perempuan. (Ilustrasi: NU Online/freepik).

Seorang perempuan terkadang mengalami kondisi tertentu yang mengharuskan dirinya beralih dari satu masa iddah kepada masa iddah yang lain. Dalam kaitan ini, Syekh Wahbah az-Zuhaili telah menyebutkan empat keadaan yang menyebabkan peralihan tersebut. Tiga di antaranya sejalan dengan mazhab Syafiโ€™i dan mungkin terjadi di masyarakat adalah sebagai berikut: ย 


1. Beralihnya Iddah Syuhur kepada Iddah Quruโ€™

Ketika perempuan yang belum haidh atau perempuan yang sudah menapouse dijatuhi talak oleh suaminya dan ditetapkan syariat untuk menjalani masa iddah syuhur (bulan), yakni menunggu selama tiga bulan, kemudian mengalami haidh sebelum masa iddahnya berakhir, maka iddah syuhur yang dijalaninya harus beralih kepada iddah quruโ€™, yakni menunggu selama tiga kali suci. ย 


Alasannya, tidak boleh seorang perempuan menjalani masa iddah syuhur, sementara asal iddah syuhur tersebut, yakni quruโ€™ masih ada. Tak ubahnya seorang yang masih mampu berwudhu, tetapi sudah tayamum. ย 


Lain halnya jika iddah syuhur sudah selesai, kemudian haidh, maka si perempuan tidak wajib memulai masa iddahnya dengan iddah quruโ€™. ย ย 


ุฅุฐุง ุทู„ู‚ุช ุงู„ุตุบูŠุฑุฉ ุฃูˆ ู…ู† ุจู„ุบุช ุณู† ุงู„ูŠุฃุณุŒ ูุดุฑุนุช ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ุจุงู„ุดู‡ูˆุฑุŒ ุซู… ุญุงุถุช ู‚ุจู„ ุงู†ุชู‡ุงุก ุงู„ุนุฏุฉุŒ ู„ุฒู…ู‡ุง ุงู„ุงู†ุชู‚ุงู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃู‚ุฑุงุกุŒ ูˆุจุทู„ ู…ุง ู…ุถู‰ ู…ู† ุนุฏุชู‡ุง


Artinya, โ€œKetika seorang perempuan masih kecil atau menapouse dicerai, dan ditetapkan syariat iddahnya dengan syuhur (hitungan bulan), kemudian haidh kembali sebelum berakhirnya iddah, maka ia wajib beralih iddahnya kepada iddah quruโ€™ dan iddah sebelumnya batal. (Syekh Wahbah az-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, juz 9/7188).โ€


2. Beralihnya Iddah Quruโ€™ kepada Iddah Hamil

Ketika seorang perempuan yang sedang menjalani iddah quruโ€™, hamil dari suami yang menceraikannya, maka menurut ulama Syafiโ€™i, iddah sebelumnya gugur dan beralih kepada iddah hamil, yakni melahirkan. Pasalnya, quruโ€™ merupakan bukti bebasnya rahim dari kehamilan secara lahir. Sedangkan kehamilan merupakan bukti terisinya rahim secara pasti. Sehingga perkara zahir harus gugur dengan perkara pasti. ย  ย ย 


Demikian halnya perempuan yang ditalak asalnya haidh, lalu haidh satu atau dua kali, kemudian menapouse, maka iddahnya beralih dari iddah quruโ€™ kepada iddah bulan. ย  ย 


ุชุญูˆู„ ุงู„ุนุฏุฉ ู…ู† ุงู„ุฃู‚ุฑุงุก ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุดู‡ุฑ ุฃูˆ ูˆุถุน ุงู„ุญู…ู„: ุฅุฐุง ุดุฑุนุช ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ุจุงู„ุฃู‚ุฑุงุกุŒ ุซู… ุธู‡ุฑ ุจู‡ุง ุญู…ู„ ู…ู† ุงู„ุฒูˆุฌ


Artinya, โ€œIddah quruโ€™ beralih kepada iddah syuhur atau iddah hamil ketika perempuan yang dicerai sedang menjalani iddah quruโ€™ kemudian tampak pada dirinya kehamilan dari suami sebelumnya.โ€ (Lihat: az-Zuhaili, juz 9/7189).โ€ ย  ย  ย  ย 


3. Beralihnya Iddah Quruโ€™ kepada Iddah Wafat

Jika seorang suami meninggal di saat istri menjalani masa iddah talak rajโ€™i darinya, maka iddah tersebut beralih kepada iddah wafat, baik di talaknya semasa sang suami sehat atau sakit jelang kematiannya. Pasalnya, perempuan yang ditalak rajโ€™i masih dianggap sebagai istri selama dalam masa iddah. Dan kematian suami mengharuskan istri menjalani iddah wafat, sehingga hukum rujuk menjadi sia-sia dan sisa iddahnya menjadi gugur.ย 


Pada saat yang sama, nafkahnya juga gugur dan yang ditetapkan adalah konsekuensi iddah wafat seperti ihdad dan sebagainya.


ุฅุฐุง ู…ุงุช ุงู„ุฑุฌู„ ููŠ ุฃุซู†ุงุก ุนุฏุฉ ุฒูˆุฌุชู‡ ุงู„ุชูŠ ุทู„ู‚ู‡ุง ุทู„ุงู‚ุงู‹ ุฑุฌุนูŠุงู‹ุŒ ุงู†ุชู‚ู„ุช ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน ู…ู† ุนุฏุชู‡ุง ุจุงู„ุฃู‚ุฑุงุก ุฃูˆ ุงู„ุฃุดู‡ุฑ ุฅู„ู‰ ุนุฏุฉ ูˆูุงุฉ: ูˆู‡ูŠ ุฃุฑุจุนุฉ ุฃุดู‡ุฑ ูˆุนุดุฑุฉ ุฃูŠุงู…


Artinya, โ€œJika seorang laki-laki meninggal di tengah masa iddah istrinya yang ditalak rajโ€™i, maka sesuai ijmak ulama, iddahnya beralih dari iddah quruโ€™ atau iddah syuhur kepada iddah wafat, yaitu 4 bulan 10 hari.โ€ (Lihat: az-Zuhaili, juz 9/7190).โ€ ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย 


Demikian beberapa kondisi yang menyebabkan peralihan perempuan dari suatu masa iddah kepada masa iddah yang lain, sebagaimana yang diungkap oleh az-Zuhaili.


Ustadz M. Tatam Wijaya, Penyuluh dan Petugas KUA Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.