kedatangan Islam semakin menguatkan penghormatan atas kemuliaan bulan-bulan haram. Pahala kebaikan dilipatgandakan di dalamnya.
Ahmad Muntaha AM
Penulis
Dalam tradisi Arab Jahiliyah 4 bulan haram, Dzulqaโdah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab sangat diagungkan dan disakralkan. Bagaimana setelah datangnya Islam?
Setelah Islam datang, kemuliaan bulan haram makin dikukuhkan. Bahkan tradisi Arab Jahiliyah mengagungkan bulan haram sebenarnya juga berasal dari ajaran agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ra. Dalam hal ini Nizamuddin an-Naisaburi (w. 850 H/1446 M), pakar tafsir asal kota Naisabur, Iran sekarang, saat menafsirkan frasa ad-dรฎnul qayyim dalam surat at-Taubah ayat 36 menyatakan:
โMaksud frasa ad-Dรฎnul Qayyim ayat ini adalah, bahwa penghormatan terhadap bulan-bulan haram merupakan ajaran agama yang lurus, yang diamalkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Orang-orang Arab Jahiliyah mewarisinya dari mereka berdua. Orang-orang Arab Jahiliyah sangat mengagungkannya dan mengharamkan peperangan di dalamnya. Bahkan andaikan ada orang yang berpapasan dengan pembunuh ayah atau saudaranya, ia akan membiarkannya (karena begitu mulianya bulan-bulan haram dalam tradisi mereka.โ (Nizhamuddin an-Naisaburi, Tafsirun Naisaburi, juz IV, halaman 142).
Islam datang menguatkan penghormatan terhadap kemuliaan bulan-bulan haram. Islam memerintahkan umatnya agar memuliakan bulan-bulan haram dengan meningkatkan ibadah, baik ibadah ritual maupun ibadah sosial.
Selain itu, Islam juga memperingatkan umatnya agar menghindari segala kemaksiatan dan kejahatan. Sebab, dalam bulan-bulan haram sebagaimana pahala kebaikan dilipatgandakan, begitu pula balasan atas berbagai kemaksiatan dan kejahatan. (Abdul Qadir al-Jailani, Tafsirul Jailani, [Aleppo, Maktabatul Istanbuli: 1430/2009], juz II, halaman 257).
Baca Juga
Sejarah Bulan Haram Sebelum Masa Islam
Demikian itulah maksud ayat Al-Qurโan:
ุฅูููู ุนูุฏููุฉู ุงูุดูููููุฑู ุนูููุฏู ุงูููููู ุงุซูููุง ุนูุดูุฑู ุดูููุฑูุง ููู ููุชูุงุจู ุงูููููู ููููู
ู ุฎููููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ู
ูููููุง ุฃูุฑูุจูุนูุฉู ุญูุฑูู
ู ุฐููููู ุงูุฏููููู ุงูููููููู
ู ููููุง ุชูุธูููู
ููุง ูููููููู ุฃูููููุณูููู
ู ...
Artinya, โSungguh jumlah bulan di sisi Allah ada 12 bulan, dalam kitab Allah (lawhil mahfuzh). Di antaranya ada 4 bulan haram atau mulia. Memuliakan 4 bulan haram itu adalah agama yang lurus, maka jangan zalimi diri kalian sendiri dengan bermaksiat di dalamnya โฆโ (At-Taubah: 36)
Menjadi sangat jelas, kedatangan Islam semakin menguatkan penghormatan atas kemuliaan bulan-bulan haram. Pahala kebaikan dilipatgandakan, sebagaimana dosa kejahatan diberatkan. Wallahu aโlam.
Ustadz Ahmad Muntaha AM, Founder Aswaja Muda dan Redaktur Keislaman NU Online
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Trump Umumkan Perjanjian Pelucutan Senjata di Gaza, Hamas Tegaskan Baru Diterapkan Setelah Israel Mundur Total
4
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
5
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
6
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
Terkini
Lihat Semua