Ketentuan dan Mekanisme Rujuk Suami dan Istri
NU Online ยท Ahad, 5 Februari 2023 | 16:00 WIB
M. Tatam Wijaya
Kolumnis
Di antara ketentuan rujuk adalah istri yang dirujuk masih berada dalam masa iddah talak rajโiโyakni talak satu atau talak duaโbukan dari talak baโin, baik bain sugra maupun bain kubra.
Karena itu, tidak sah rujuk setelah habis masa iddah sebab sudah bain sugra. Jika suami tetap ingin kembali kepada istrinya, maka ia harus melakukan akad baru, sebagaimana akad perkawinan pada umumnya.
ูุฅุฐุง ุทูู ุงู
ุฑุฃุชู ูุงุญุฏุฉ ุฃู ุงุซูุชูู ููู ู
ุฑุงุฌุนุชูุง ู
ุง ูู
ุชููุถ ุนุฏุชูุง ูุฅู ุงููุถุช ุนุฏุชูุง ุญู ูู ููุงุญูุง ุจุนูุฏ ุฌุฏูุฏ
Artinya, โJika seorang suami menalak istrinya dengan talak satu atau talak dua, maka ia berhak rujuk kepadanya selama masa iddahnya belum habis. Jika masa iddah telah habis maka sang suami boleh menikahinya dengan akad yang baru.โ (Lihat: Abu Syuja, al-Ghayah wa al-Taqrib, Alamul-Kutub, tt., hal. 33).
Begitu pula jika talak yang dijatuhkan adalah talak tiga atau talak baโin kubra. Walaupun masa iddah belum habis, maka sang suami tidak bisa langsung rujuk atau menikah dengannya kecuali setelah terpenuhi lima persyaratan.
ูุฅู ุทูููุง ุซูุงุซุง ูู
ุชุญู ูู ุฅูุง ุจุนุฏ ูุฌูุฏ ุฎู
ุณ ุดุฑุงุฆุท ุงููุถุงุก ุนุฏุชูุง ู
ูู ูุชุฒููุฌูุง ุจุบูุฑู ูุฏุฎููู ุจูุง ูุฅุตุงุจุชูุง ูุจููููุชูุง ู
ูู ูุงููุถุงุก ุนุฏุชูุง ู
ูู
Artinya, โJika sang suami telah menalaknya dengan talak tiga, maka tidak boleh baginya (rujuk/nikah) kecuali setelah ada lima syarat: (1) sang istri sudah habis masa iddahnya darinya, (2) sang istri harus dinikah lebih dulu oleh laki-laki lain (muhallil), (3) si istri pernah bersenggama dan muhallil benar-benar penetrasi kepadanya, (4) si istri sudah berstatus talak baโin dari muhallil, (5) masa iddah si istri dari muhallil telah habis,โ (Lihat: Abu Syuja: 33).
Seperti halnya istri yang ditalak baโin, istri yang ditalak dengan talak fasakh dan istri yang ditalak khuluโ pun tidak bisa dirujuk. Sehingga sang suami yang ingin kembali kepadanya harus melakukan akad baru. Begitu pula yang ditalak tetapi belum pernah dicampuri, juga tidak bisa rujuk sebab ia tidak memiliki masa iddah.
Ketentuan lainnya, ungkapan yang dipergunakan untuk rujuk bisa ungkapan sharih (jelas dan tegas) atau ungkapan kinayah (sindiran) disertai dengan niat. Contoh ungkapan sharih, โAku rujuk kepadamu,โ atau โEngkau sudah dirujuk,โ atau โAku mengembalikanmu kepada pernikahanku.โ Sedangkan ungkapan kinayah contohnya โAku kawin lagi denganmu,โ atau โAku menikahimu lagi.โย
Lebih lanjut, Syekh Ibrahim mempersyaratkan agar ungkapan rujuk di atas tidak diikuti dengan taโliq atau batas waktu tertentu. Seperti ungkapan, โAku rujuk kepadamu jika engkau mau,โ meskipun istrinya menjawab, โAku mau.โ Atau ungkapan, โAku rujuk kepadamu selama satu bulan.โ
Kemudian, rujuk tidak cukup dilakukan dengan niat saja tanpa diucapkan. Pun tidak cukup hanya dilakukan dengan tindakan semata, seperti dengan hubungan badan suami-istri. Tetaplah harus diucapkan, bahkan sunnahnya, di hadapan dua saksi.
Tujuannya agar terhindar dari fitnah dan keluar dari wilayah perdebatan orang yang mewajibkannya. Kemudian, rujuk juga boleh dilakukan tanpa kerelaan istri. Namun demikian, perlu dipertimbangkan, mengingat salah satu tujuan pernikahan adalah mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan bersama. Jika kerelaan istri diabaikan, bukan mustahil tujuan itu tidak akan tercapai walaupun sudah rujuk.
Dari ulasan di atas, kiranya dapat ditarik poin-poin penting mengenai rujuk sebagai berikut:
1. Istri yang dirujuk masih dalam masa iddah talak rajโi, yakni setelah ditalak satu atau dua.
2. Istri yang sudah habis iddah dari talak rajโi alias sudah talak bain sugra tidak bisa dirujuk. Rujuknya harus dengan akad dan mahar baru.ย
3. Istri yang sudah talak talak tiga atau bain kubra, maka tidak bisa dirujuk kecuali istrinya sudah dinikahi laki-laki lain, kemudian berpisah dan habis masa iddahnya.ย
4. Istri yang ditalak fasakh dan ditalak khuluโ juga tidak bisa dirujuk kecuali dengan akad baru dan mahar baru.
5. Pun tidak bisa dirujuk istri yang ditalak tetapi belum pernah dicampuri. Alasannya, ia tidak memiliki masa iddah.ย
6. Rujuk bisa dilakukan dengan redaksi sharih atau juga kinayah yang disertai dengan niat.
7. Contoh redaksi sharih โAku rujuk kepadamu,โ atau โEngkau sudah dirujuk.โ
8. Contoh redaksi kinayah, โAku kawin lagi denganmu,โ atau โAku menikahimu lagi.โ
9. Rujuk tidak cukup dilakukan dengan niat saja tanpa diikrarkan.
10. Rujuk juga tidak cukup dengan tindakan, seperti memeluk istri atau berhubungan badan.
11. Sunnahnya, rujuk dilakukan di hadapan dua saksi. Tujuannya menghindari fitnah dan keluar dari perdebatan ulama yang mewajibkannya.
12. Rujuk sah dilakukan walaupun tanpa kerelaan istri yang dirujuk. Kendati demikian, kerelaannya tidak bisa diabaikan mengingat tujuan rujuk adalah memperbaiki ikatan pernikahan.
13. Di antara manfaat rujuk ialah memberi kesempatan bagi suami-istri untuk memperbaiki biduk rumah tangga yang sudah retak.
14. Manfaat lainnya ialah menghemat biaya akad dan mahar baru, serta biaya sidang ke Pengadilan Agama jika ingin menikah resmi dan mendapat akta dan surat nikah baru.
15. Manfaat berikutnya ialah terselamatkannya hubungan keluarga dan pengasuhan anak.
Demikian yang harus diperhatikan saat suami akan rujuk dengan istrinya. Semoga bermanfaat. Wallahu aโlam.
Ustadz M. Tatam Wijaya, Penyuluh dan Petugas KUA Sukanagara-Cianjur, Jawa Barat.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Khutbah Jumat: Sibuk Bekerja, Jangan Sampai Kehilangan Waktu dengan Keluarga
3
Khutbah Jumat: Hidup Serba Cepat, Ibadah Jangan Ikut Tergesa-gesa
4
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
5
Prabowo Bicara soal Reshuffle Kabinet, Sebut Evaluasi Dilakukan Terus-Menerus
6
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
Terkini
Lihat Semua