Kisah Ulama Jahiliyah dalam Berfatwa
NU Online · Senin, 25 November 2019 | 07:00 WIB
Pada suatu hari, salah satu kabilah Arab datang kepada Amir. Mereka punya masalah yang membutuhkan jawaban (fatwa) dari Amir.
Amir bingung, tidak bisa menjawab. Selama empat puluh hari dia diam, tidak memberikan jawaban dan tidak tahu harus berbuat apa kepada tamunya yang masih bertahan di rumahnya. Kebetulan Amir memiliki budak perempuan bernama Sakhilah yang bekerja menggembala hewan ternak milik Amir.
Di hari keempat puluh, Sakhilah mengabarkan kepada Amir bahwa tamu-tamunya telah menghabiskan banyak hewan ternaknya sebagai santapan mereka. Tinggal beberapa ekor saja yang tersisa.
Tak diduga, Sakhilah memberikan solusi yang jitu, “Tuan, kenapa Anda bingung? Ikuti saja budak mereka itu (yang memiliki dua alat kelamin) ketika dia buang air kecil. Jika budak itu buang air kecil dari alat kelamin laki-laki, maka dia laki-laki. Jika dia buang air kecil dari alat kelamin perempuan, maka dia perempuan.”
“Luar biasa. Kamu benar-benar cerdas. Kamu sungguh telah membantu saya menjawab pertanyaan itu. Sapere aude!” ujar Amir kepada Shakilah.
Amir lantas memberikan jawaban tersebut kepada kabilah yang datang dan menginap selama empat puluh hari di rumahnya. Mereka pun puas dengan jawaban tersebut.
Imam Al-Auzai mengomentari kisah tersebut, “Laki-laki musyrik itu (Amir bin Zharib Al-Adawani) tidak mengharap surga, tidak takut neraka dan tidak menyembah Allah. Tapi, untuk menjawab satu pertanyaan (memberikan fatwa), dia butuh menahan diri selama empat puluh hari.
“Orang yang mengharap surga, takut neraka dan menyembah Allah, seharusnya lebih berhati-hati lagi dalam memberikan fatwa untuk satu pertanyaan yang berhubungan dengan urusan agama Allah.”
Kisah ini dinukil dari Kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir. Wallahu a’lam.
KH Muhammad Taufik Damas, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan
4
Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua