NU Online
Keislaman
Advertisement Banner
600×80
Syariah

Bahaya Eksibisionisme; Perilaku Tercela yang Harus Dihindari

NU Online·
Bahaya Eksibisionisme; Perilaku Tercela yang Harus Dihindari
Bahaya Eksibisionisme (Freepik)
Bushiri
BushiriKolomnis
Bagikan:

Beberapa hari terakhir, media sosial ramai membicarakan sebuah video yang beredar di Instagram. Dalam video itu, terlihat seorang pria tiba-tiba memperlihatkan alat kelaminnya di tempat umum tanpa memedulikan orang di sekitarnya. Aksi itu langsung membuat banyak warganet geram, apalagi video tersebut tersebar sangat cepat.

Banyak orang mengaku merasa tidak nyaman, bahkan ada yang sampai trauma. Hal seperti ini memang bisa terjadi di mana saja; bukan hanya di tempat sepi, tapi juga di lokasi yang ramai seperti minimarket, pusat perbelanjaan, atau transportasi umum. Perilaku seperti ini dikenal sebagai eksibisionisme.

Apa itu Eksibisionisme?

Secara definisi, dalam kajian psikiatri dan seksologi, eksibisionisme adalah dorongan atau kecenderungan seksual ketika seseorang merasa terangsang dengan memperlihatkan alat kelamin atau bagian tubuh intim kepada orang lain tanpa persetujuan. Biasanya, orang yang menjadi sasaran adalah orang asing yang tidak mengenal pelaku.

Perilaku, eksibisionisme bisa muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya, mempertontonkan alat kelamin di tempat umum, melakukan masturbasi di hadapan orang lain, atau mengirim foto dan video bagian intim lewat media sosial tanpa izin. Biasanya, perilaku ini dilakukan untuk mendapatkan kepuasan dari reaksi kaget atau takut yang muncul pada orang yang menjadi sasaran.

Dampak Negatif Eksibisionisme

Eksibisionisme menimbulkan pengaruh yang besar terhadap kehidupan pelaku dan korban, terutama dalam aspek psikologis, sosial, dan emosional. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Siti Rahmawati dalam artikelnya berjudul Eksibisionisme sebagai Gangguan Psikologis: Pemahaman Multidimensional dan Strategi Intervensi Efektif yang dimuat dalam Jurnal Social, Humanities, and Education SHEs: Conference Series.

Kata Siti Rahmawati dalam penelitiannya, tindakan ini, sejatinya bisa berdampak negatif bagi kedua belah pihak; pelaku dan korban. Dampak negatif bagi pelaku, biasanya muncul dalam bentuk rasa bersalah, malu, dan turunnya kepercayaan diri setelah melakukan tindakan tersebut. Banyak dari pelaku merasa sulit mengendalikan dorongan seksual, sehingga terjebak dalam perilaku yang berulang dan menambah tekanan emosional.

Di sisi lain, dampak bagi korban sering kali jauh lebih berat. Eksibisionisme dapat menimbulkan luka psikologis karena terjadi tiba-tiba dan tanpa persetujuan. Banyak korban merasakan kecemasan, ketakutan, hingga panik, terutama jika kejadian itu terjadi di ruang publik atau dalam situasi yang mengejutkan.

Larangan Eksibisionisme dalam Islam

Islam agama yang menjunjung tinggi kehormatan diri sendiri dan orang lain. Dalam Islam, seorang Muslim, diwajibkan untuk menjaga aurat dan kehormatan sebagai bagian dari upaya memuliakan manusia. Setiap tindakan yang membuka aurat di hadapan orang lain tanpa alasan yang sah, termasuk perilaku eksibisionis, bertentangan dengan ajaran syariat Islam. 

Dalam Al-Qur’an, Allah memberikan petunjuk yang jelas tentang menjaga pandangan. Di surat An-Nur ayat 30, Allah memerintahkan agar kaum laki-laki menahan pandangan mereka dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang. Perintah ini bertujuan untuk menjaga hati, menjaga kesucian diri, dan menghindarkan manusia dari perbuatan yang dapat mendekatkan kepada dosa.

Allah berfirman;

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS An-Nur ayat 30)

Imam Thabari dalam kitab Tafsir Jami’ul Bayan menjelaskan bahwa ayat ini membicarakan pentingnya menjaga pandangan, menjaga kemaluan, dan memelihara aurat sebagai langkah untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual. Membuka aurat di hadapan orang lain tanpa izin termasuk sebagai pelanggaran langsung terhadap perintah Allah. Karena itu, perilaku eksibisionis dipahami sebagai perbuatan yang jelas dilarang dalam ajaran Islam.

Simak penjelasan  At-Thabari ini:

يقول تعالى ذكره لنبيه محمد  ﷺ: (قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ) بالله وبك يا محمد (يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ) يقول: يكفوا من نظرهم إلى ما يشتهون النظر إليه، مما قد نهاهم الله عن النظر إليه ( وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ) أن يراها من لا يحلّ له رؤيتها، بلبس ما يسترها عن أبصارهم (ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ) ـ

Artinya; Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ: “Katakanlah kepada orang-orang beriman”—yang beriman kepada Allah dan kepadamu, wahai Muhammad—“agar mereka menahan sebagian pandangan mereka.” Artinya: hendaknya mereka menahan pandangan dari hal-hal yang ingin mereka lihat tetapi telah Allah larang untuk dipandang. 

“Dan agar mereka menjaga kemaluan mereka,” yaitu agar tidak terlihat oleh orang yang tidak berhak melihatnya, dengan cara memakai sesuatu yang menutupinya dari pandangan orang lain. “Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.” (Ibnu Jarir At-Thabari, At-Tafsir At-Thabari, [Mesir, Darul Hijr: 2001], jilid XVII, halaman 254).

Lebih jauh agi, perilaku eksibisionis juga merusak kehormatan diri sendiri, sesuatu yang dilarang dalam Islam. Nabi saw menegaskan dalam sebuah hadits bahwa kehormatan seorang muslim memiliki kedudukan yang sangat tinggi, sehingga merusaknya termasuk perbuatan dosa besar.

Rasulullah Saw bersabda:

الرِّبَا ثَلَاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا، أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ، وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

Artinya, “Riba itu memiliki tujuh puluh tiga pintu (tingkatan dosa). Yang paling ringan saja dosanya seperti seorang laki-laki menikahi (atau melakukan hubungan) dengan ibunya sendiri. Dan riba yang paling besar dosanya adalah merusak kehormatan seorang muslim.” (HR. Al-Hakim)


Eksibisionisme Termasuk Pelecehan Seksual

Lebih lanjut, perilaku eksibisionis juga termasuk bentuk pelecehan seksual terhadap perempuan dan dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius. Syauqi Ibrahim Allam, Mufti Mesir, melalui laman resmi Darul Ifta’ Mesir menjelaskan bahwa segala bentuk pelecehan seksual, termasuk eksibisionisme, adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama.  Pun, pelecehan seksual terhadap perempuan merupakan dosa besar dan termasuk tindakan yang sangat keji serta tercela menurut syariat.

Kata Mufti Mesir ini, perilaku bejat semacam ini hanya muncul dari orang yang jiwanya sakit dan nafsunya rendah, yang mengikuti syahwat secara kotor dan hina, dengan cara yang menyerupai perilaku binatang dan tanpa kendali akal maupun nilai-nilai kemanusiaan. Ia menjelaskan:

فَالتَّحَرُّشُ الْجِنْسِيُّ بِالمَرْأَةِ مِنَ الْكَبَائِرِ، وَمِنْ أَشْنَعِ الأَفْعَالِ وَأَقْبَحِهَا فِي نَظْرِ الشَّرْعِ الشَّرِيْفِ، وَلَا يَصْدَرُ هَذَا الْفِعْلُ إِلَّا عَنْ ذَوِي النُّفُوْسِ المَرِيْضَةِ وَالأَهْوَاءِ الدَّنِيْئَةِ الَّتِي تَتَوجَّهُ هِمَّتُهَا إِلَى التَّلَطُّخِ وَالتَّدَنُّسِ بِأوْحَالِ الشَّهَوَاتِ بِطَرِيقةٍ بَهِيْمِيَّةٍ وَبِلَا ضَابطٍ عَقْليٍّ أو إنْسَانِيّ 

Artinya, “Pelecehan seksual terhadap perempuan adalah dosa besar. Itu termasuk perbuatan yang sangat keji dan paling buruk dalam pandangan syariat. Tindakan seperti ini tidak mungkin muncul kecuali dari orang yang jiwanya sakit dan nafsunya rendah, yang hanya mengikuti syahwat secara kotor dan hina, dengan cara-cara yang menyerupai perilaku binatang dan tanpa kendali akal maupun nilai-nilai kemanusiaan.”

Pada akhirnya, perilaku ini tidak hanya meninggalkan luka psikologis, sosial, dan emosional bagi korban, yang sering diliputi ketakutan, kecemasan, dan trauma, tetapi juga jelas dilarang dalam syariat karena merusak kehormatan diri sendiri maupun orang lain. Eksibisionisme merupakan bentuk pelecehan seksual yang sangat tercela, sehingga sudah sewajarnya kita bersama-sama mencegah dan menghindarinya. Wallāhu a‘lam.

-----

Bushiri, pengajar di Zawiyah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan

Kolomnis: Bushiri

Artikel Terkait

Bahaya Eksibisionisme; Perilaku Tercela yang Harus Dihindari | NU Online