Kontribusi Ibnu Ishaq dan Ibnu Hisyam dalam Penulisan Sirah Nabawiyah
Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam merupakan salah satu kitab penting dan termasuk kitab generasi pertama dalam kajian sejarah hidup Nabi Muhammad saw.
Artikel dengan tag "Sirah Nabawiyah"
Kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam merupakan salah satu kitab penting dan termasuk kitab generasi pertama dalam kajian sejarah hidup Nabi Muhammad saw.
Setelah Al-Qur’an, hadits Nabi merupakan salah satu sumber penting dalam penulisan kitab Sirah Nabawiyah. Sebab, dari hadits lah para sejarawan mendapat data-data penting tentang Rasulullah saw.
Utsman bin Affan dilantik menjadi pemimpin negara tiga hari setelah jenazah Umar bin Khattab disemayamkan. Pengangkatannya sebagai khalifah berdasarkan suara mayoritas, meski awalnya Utsman keberatan dan menyarankan agar Ali bin Abi Thalib saja yang menjadi khalifah.
Khalifah Umar memang dikenal dengan ketegasannya. Riwayat lain mengisahkan, suatu ketika Umar mendapat laporan bahwa putra Gubernur Mesir telah menempeleng seorang warga negara tanpa tanpa sebab berarti dibanding perlakuan yang telah didapatnya itu.
Nabi Nuh a.s. dikenal sebagai seorang yang gigih dan tabah dalam berdakwah. Nabi Ibrahim a.s. dikenal sebagai seorang yang amat pemurah serta amat tekun bermujahadah mendekatkan diri kepada Allah. Nabi Daud a.s.
Sifat manusiawi Nabi Muhammad karena beliau sangat memahami karakter umatnya
Setelah dua tahun memimpin kaum Muslimin dalam situasi yang sangat sulit karena ia menjadi pengganti pertama Rasulullah (Khalifatur Rasul), Abu Bakar pun mulai mendekati ajalnya. Sebelum wafat, ia berwasiat untuk dimakamkan di samping makam Rasulullah.
Alasan Muawiyah enggan membaiat Ali adalah karena permintaan Muawiyah terhadap Ali untuk segera menuntut balas (qisash) atas pembunuh Utsman tidak terpenuhi.
Diangkatnya Abu Bakar menjadi khalifah betul-betul dalam keadaan yang sangat krusial. Pada hari kedua pasca Rasullah wafat, kaum Anshar berkumpul di balai Bani Sa’idah
Rasulullah pernah mengutusnya ke Kota Daumatul Jandal menemui Kalb untuk misi dakwah. Saat itu, Rasulullah berpesan padanya, “Jika Allah memberimu kemenangan, menikahlah dengan putri raja mereka.”
Kedekatan Utsman di sisi Nabi dibuktikan dengan keistimewaan yang dimilikinya untuk memperistri dua putri Rasulullah saw, yaitu Sayyidah Ruqayyah dan Sayyidah Ummu Kultsum.
Sebelum wafat, Umar masih sempat memikirkan tahta kekhalifahan berikutnya. Singkat cerita, Umar membentuk Majelis Syura sebagai lembaga yang bertugas untuk memusyawarahkan dan menyepakati bersama, siapa yang layak menduduki kursi khalifah berikurtnya.