6 Sumber Bisikan Hati menurut Syekh Abdul Qadir Jailani
Syekh Abdul Qadir Jailani menjelaskan bahwa ada 6 sumber bisikan hati. Simak penjelasannya
Artikel dengan tag "Syekh Abdul Qadir Al Jailani"
Syekh Abdul Qadir Jailani menjelaskan bahwa ada 6 sumber bisikan hati. Simak penjelasannya
Syekh Abdul Qadir Jailaini memberikan 5 panduan berupa adab saat menghadapi kefakiran
Tanda orang mendapat salam dan berjabat tangan dengan Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran.
Seseorang berburuk sangka kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ia meragukan kezuhudan wali besar itu saat melihat kemegahan kandang kudanya
Kemuliaan hari Asyura banyak disinggung dalam Al-Qur’an dan hadits. Syekh Abdul Qadir menjelaskan alasan penamaan hari Asyura.
Melalui riwayat Habib Luthfi, dikisahkan suatu ketika berjalan dengan rombongan dari Tarim, Hadhramaut, Yaman, rombongan tersebut hendak ziarah ke Baitullah al-Haram Makkah kemudian ziarah ke makam Nabi Muhammad.
Penulisan shalawat Basyairul Khairat tidak memiliki sejarah dan latar belakang khusus. Shalawat ini ilham (petunjuk dari Allah) yang diberikan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani melalui perantara Nabi Muhammad saw.
Setan kemudian berkata kepada beliau, “Wahai Abdul Qadir, engkau telah selamat dariku sebab ilmumu dengan ketetapan Tuhanmu dan sebab keahlianmu di dalam hukum-hukum keadaan-keadaanmu.
Malam nisfu Sya’ban (malam tanggal 15 Sya’ban) merupakan malam yang istimewa. Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani, malam nisfu Sya’ban adalah malam yang diberkati Allah (lailah mubarakah). Malam tersebut disebut juga dengan “malam pembebasan” (lailatul bara’ah).
Dalam rangka menyambut bulan Rajab nan mulia itulah, Syekh Abdul Qadir al-Jilani (w: 561) menuliskan doa ma'tsurat yang digoreskan dalam karyanya al-Ghun-yah. Doa ini juga dikutip ulang oleh Habib Muhammad Amin bin Abu Bakar bin Salim dalam kitab Mâ Yuthlab fî Rajab, serta Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi dalam bukunya Nûrul Anwâr wa Kanzul Abrâr: