Tanggung Jawab Ekologis Manusia Menurut Syekh Ali Jum’ah
Tanggung jawab ekologis manusia menurut Syekh Ali Jum’ah menegaskan peran manusia sebagai khalifah yang wajib menjaga, merawat, dan melestarikan bumi.
Artikel dengan tag "Alam"
Tanggung jawab ekologis manusia menurut Syekh Ali Jum’ah menegaskan peran manusia sebagai khalifah yang wajib menjaga, merawat, dan melestarikan bumi.
Menurut KH Tolchah Hasan, hubungan manusia dan alam bukan soal eksploitasi, melainkan amanah untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian ciptaan Allah.
Selama ini musibah dipahami sebagai keburukan. Al-Qur’an justru menghadirkannya sebagai ujian, peringatan, dan pelajaran bagi manusia.
Bencana alam di Sumatera adalah tanda rusaknya hutan. Islam dan NU menegaskan haramnya perusakan alam dan pentingnya menjaga kelestarian.
Optimisme pasca bencana adalah pesan ilahi yang patut kita suarakan untuk mereka yang terdampak bencana.
Krisis lingkungan bukan sekadar bencana alam, namun teguran Tuhan akibat kerakusan manusia yang merusak keseimbangan alam.
Bencana alam adalah alarm bumi yang mengingatkan manusia agar berhenti merusak lingkungan.
Islam memiliki aturan yang meliputi kehidupan manusia, termasuk perintah untuk menjaga dan merawat alam.
Bumi kita sedang sakit. Bukan flu biasa, tapi penyakit serius yang berasal dari ulah kita sendiri.
Tafsir Surat Hud ayat 61 menyinggung tentang tugas dan peran manusia dalam memakmurkan bumi.
Khutbah Jumat kali ini mengajak kepada umat Islam agar selalu menjaga keseimbangan alam untuk keberlanjutan kehidupan.
Alam diciptakan untuk segala makhluk Tuhan di atasnya. Seyogianya dirawat dengan baik: