IMG-LOGO
Trending Now:
Doa

Doa ketika Sulit Tinggalkan Maksiat

Selasa 16 Januari 2018 0:1 WIB
Share:
Doa ketika Sulit Tinggalkan Maksiat
(via Portalsatu.com)

Sebagai manusia, sebagai ciptaan Allah SWT, kita diberi anugerah sekaligus amanat oleh-Nya dalam menjalani bahtera kehidupan ini. Allah SWT menjadikan manusia sebagai mahluk yang istimewa dengan diberikan ikhtiar, yaitu bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

Malaikat sudah tentu taat kepada-Nya. Manusia jika taat bisa lebih mulia dari malaikat. Tetapi jika sebaliknya, kita bisa lebih bobrok dan hina dari hewan. Naudzubillah.

Makanya kita dituntut untuk selalu bersyukur atas ketaatan yang Allah berikan pada kita, hakikatnya ketaatan itu adalah nikmat yang besar, berupa shalat, bangun malam, berpuasa, bermunajat kepada-Nya, semua itu dengan izin-Nya. Begitu juga ketika kita terjerumus dalam kemaksiatan, hendaknya tidak berputus asa dari rahmat-Nya.

Setiap orang pasti memiliki riwayat hitam dalam hidupnya berupa kemaksiatan kepada Allah SWT. Adakalanya kita sulit sekali meninggalkan kemaksiatan tersebut. Sebagaimana dikatakan dalam kitab Mawa’izh Al-Usfuriyyah, surga itu dekat dengan hal-hal yang dibenci dan neraka itu dekat dengan hal-hal yang disukai. Artinya, untuk melaksakan kebaikan yang berakibat ganjaran dari Allah SWT itu menjalaninya lebih sulit dari pada bermaksiat yang memang kelihatannya nikmat, namun hanya sesaat.

Syekh Mutawalli As-Sya’rawi berkata, “Kamu melakukan sesuatu yang haram? Kamu tahu itu haram tapi tidak bisa meninggalkannya? Bacalah doa ini:”

أللهمَّ احْرمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ

Allâhumma ahrimnî ladzdzata ma‘shiyatika, warzuqnî ladzdzata thâ‘atika.

Artinya, “Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu.”

Demikian doa supaya mudah meninggalkan maksiat, dan selalu berharap bahwa ampunan Allah SWT sangatlah besar bagi hamba-Nya. Semoga bermanfaat. Wallahu a‘lam. (Amien Nurhakim)

Share:
Selasa 16 Januari 2018 9:1 WIB
Doa saat Kaki Kesemutan atau Keram
Doa saat Kaki Kesemutan atau Keram
Ilustrasi (via hna.de)
Sekali waktu bangun tidur, kita pernah juga tak mampu menggerakkan anggota tubuh kita. Sekali waktu juga kita mengalami kesemutan pada tangan atau kaki di tengah asyik berbincang dengan para sahabat. Pada saat itu kita dianjurkan untuk bertawassul kepada Rasulullah SAW.

Lafal yang bisa dibaca antara lain adalah:

يَا مُحَمَّدُ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)

Yâ Muhammad, shallallâhu alaihi wa sallama

Artinya, “Wahai junjungan kami, Muhammad shallallâhu alaihi wa sallama.”

Tawasul ini diamalkan oleh para sahabat Rasulullah SAW saat mengalami keram atau kesemutan pada salah satu anggota tubuhnya. Di sinilah salah satu keistimewaan tawasul kepada Nabi SAW sebagai riwayat berikut ini:

روينا في كتاب ابن السني عن الهيثم بن حنش قال : "كنا عند عبد الله بن عمر رضي الله عنهما فخدرت رجله ، فقال له رجل : اذكر أحب الناس إليك ، فقال : يا محمد (صلى الله عليه وسلم) ، فكأنما نشط من عقال"

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di kitab Ibnu Sunni dari Al-Haitsam bin Hanasy, ia berkata, ‘Ketika kami berada di dekat Abdullah bin Umar RA, lalu ia merasa kakinya tak dapat digerakkan, seseorang menganjurkan, ‘Sebutlah nama orang yang paling kaucintai.’ Ibnu Umar RA menyebut, ‘Ya Muhammad (shallalahu alaihi wa sallam).’ Lalu ia merasa seperti bebas dari belenggu,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 287).

Selain Ibnu Umar RA, tawasul saat kaki kesemutan atau keram juga diamalkan oleh sahabat Ibnu Abbas RA. Keduanya merupakan sahabat terkemuka Rasulullah SAW dalam bidang agama sebagai riwayat berikut ini:

وروينا فيه عن مجاهد قال : "خدرت رجل رجل عند ابن عباس، فقال ابن عباس رضي الله عنهما : اذكر أحب الناس إليك ، فقال : محمد (صلى الله عليه وسلم) فذهب خدره

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di kitab Ibnu Sunni dari Mujahid, ia menceritakan bahwa suatu hari seseorang mengeluhkan kakinya yang keram atau kesemutan di dekat Ibnu Abbas RA. Ibnu Abbas RA lalu menganjurkan, ‘Sebutlah nama orang yang paling kaucintai.’ Orang yang mengeluh lalu menyebut, ‘Ya Muhammad (shallalahu alaihi wa sallam).’ Lalu lenyap kesemutan atau keram pada kakinya,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Kairo, Darul Hadits, 2003 M/1424 H, halaman 287).

Oleh karena itu, kita dianjurkan sedapat mungkin bertawasul kepada Rasulullah atau banyak membaca shalawat di sela perbincangan kita dengan siapapun. Selain bernilai ibadah, tawasul dan baca shalawat juga menyimpan keistimewaan yang bermanfaat untuk fisik kita. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Sabtu 16 Desember 2017 17:50 WIB
Doa ketika Terjadi Gempa Bumi
Doa ketika Terjadi Gempa Bumi
Sebagaimana diberitakan di berbagai media online, telah terjadi gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Sukabumi dengan kekuatan 4,5 skala richter pada hari Jumat 15 Desember 2017, pukul 23:04:39 WIB.

Guncangannya cukup kuat yang tidak haya dirasakan di wilayah Jawa Barat, tetapi juga hingga Jawa Tengah khususnya Solo dan sekitarnya. Sebagaimana biasa setiap terjadi guncangan akibat gempa bumi, banyak orang merasa takut atau setidaknya merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. 

Tanggap akan siatuasi yang terjadi, KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren  Al-Qur’an Azzayadi Solo mengunggah sebuah doa beberapa saat setelah terjadi gempa bumi di Sukabumi tersebut. Doa itu diberinya judul “Doa Ketika Gempa Bumi” yang dikirim via grup Whatsapp “Saya NU”. 

Selengkapnya doa itu sebagai berikut:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

Dengan postingan doa itu, tentu saja KH Abdul Karim tidak saja bermaksud menganjurkan kepada masyarakat untuk membaca doa itu pada saat itu juga, tetapi juga untuk dibaca sewaktu-waktu ketika terjadi bencana gempa bumi atau lainnya yang membahayakan keselamatan jiwa. 


Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Kamis 14 Desember 2017 20:30 WIB
Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita
Doa ketika Mempertemukan Mempelai Pria dan Wanita
Ilustrasi (Pinterest)
Dalam tradisi Nusantara sebagaimana diajarkan oleh para ulama kita, pada saat akad nikah, ada tradisi mempertemukan mempelai pria dengan mempelai wanita. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah akad nikah selesai. Tradisi mempertemukan ini merupakan pertanda bahwa sejak saat itu, mempelai wanita telah halal bagi mempelai pria, begitu pun sebaliknya.

Bukan hanya dipertemukan, namun kedua pasangan tersebut juga didoakan agar menjadi pasangan yang baik dan penuh berkah.

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi, Al-Adzkâr al-Muntakhabah min Kalâmi Sayyid al-Abrâr (Surabaya: Kharisma, 1998), hal. 284, berikut ini adalah doa yang sepatutnya diucapkan bagi pasangan pengantin yang baru saja dipertemukan. Doa tersebut ialah:

بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا فِي صَاحِبِهِ أَللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibihi. Allahumma innî as`aluka khairahâ wa khaira mâ jabaltahâ ‘alaihi wa a’ûdzu bika min syarrihâ wa min syarri ma jabaltahâ ‘alaihi

“(Semoga) Allah memberkahi masing-masing dari kita dengan pasangannya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan pasangannya, dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan pasangannya.”

Demikian, semoga bermanfaat. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)