Home Bahtsul Masail Shalawat/Wirid Ramadhan Jenazah Ubudiyah Ilmu Hadits Tasawuf/Akhlak Khutbah Sirah Nabawiyah Doa Tafsir Haji, Umrah & Qurban Hikmah Tafsir Mimpi Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Lainnya

Hari Raya Id Bagi Kalangan Awam

Hari Raya Id Bagi Kalangan Awam
“Hari raya Id di kepala ahli dunia yang lalai itu adalah pemuasan syahwat duniawi dan nafsu hewani pada makanan, minuman, hubungan seksual, dan pakaian,”
“Hari raya Id di kepala ahli dunia yang lalai itu adalah pemuasan syahwat duniawi dan nafsu hewani pada makanan, minuman, hubungan seksual, dan pakaian,”

Hari raya Idul Fitri merupakan hari kebahagiaan milik semua orang. Pada hari raya Id, semua orang berhak untuk bahagia termasuk bagi kalangan awam. Semua orang mengekspresikan kebahagiaannya pada hari raya Id. Demikian halnya dengan orang awam.


Kalangan awam, sebagaimana kalangan khawassh, melewati waktu-waktu bahagianya dengan obsesi-obsesi dan tujuan material dalam imajinasi mereka. Kalangan awam pada hari raya Id merasakan kegembiraan karena dapat menikmati segenap unsur material seperti kenikmatan pakaian, kenikmatan makanan, kenikmatan papan.


أي الأعياد جمع عيد وهي الأوقات العائدة على الناس بالمسرات والأفراح… كما تسر العوام بالأعياد لما فيها من نيل شهواتهم من ملابس وغيرها


Artinya, “’A‘yad’–bentuk jamak dari ‘Id’–merupakan saat-saat kegembiraan dan kebahagiaan yang kerap dialami manusia… Hari Raya Id ini juga dilalui dengan bahagia oleh kalangan awam karena saat-saat itu mereka dapat melampiaskan syahwat mereka pada pakaian dan pada selain pakaian,” (Lihat Syekh Abdullah Hijazi As-Syarqawi, Syarhul Hikam Ibnu Athaillah, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 12).


Ungkapan Syekh Abdullah Hijazi As-Syarqawi berangkat dari penjelasan atas butir hikmah berikut ini:


ورود الفاقات أعياد المريدين 


Artinya, “Kedatangan saat-saat ‘terjepit’ adalah hari raya Id bagi kalangan murid.”


Syekh Ibnu Ajibah menjelaskan jenis kebahagiaan kalangan umum (awam). Bagi kalangan awam, hari raya Id merupakan waktu pemenuhan dahaga nafsunya. Kebahagiaan kalangan awam beredar pada seputar hal-hal materi, nafsu, dan semua yang bersifat jasmani.


أي الأعياد جمع عيد وهو ما يعود على الناس بالأفراح والمسرة فالعوام فرحهم ومسرتهم بالحظوظ والعوائد الجسمانية


Artinya, “’A‘yad’–bentuk jamak dari ‘Id’–merupakan saat-saat kegembiraan dan kebahagiaan yang kerap dialami manusia. Bagi kalangan awam, saat-saat kegembiraan dan kebahagiaan mereka terletak pada kesenangan dan kebiasaan jasmani,’” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz II, halaman 247).


Syekh Ali Baras dalam Syarah Al-Hikam-nya mengatakan, “Hari raya Id di kepala ahli dunia yang lalai itu adalah pemuasan syahwat duniawi dan nafsu hewani pada makanan, minuman, hubungan seksual, dan pakaian,” (Syekh Ali bin Abdullah bin Ahmad Baras, Syifa’us Saqam wa Fathu Khaza’inil Kalim fi Ma’nal Hikam, [Beirut, Darul Hawi: 2018 M/1439 H], halaman 628).


Walhasil, hari raya Id bagi kalangan awam tidak akan lari jauh dari kesenangan dan kebahagiaan yang bersifat materi, duniawi, profan, kenikmatan hewani, kelezatan makanan dan minuman, gemerlap pakaian, kemewahan rumah, dan sederetan atribut gagah duniawi lainnya. Wallahu a'lam. (Alhafiz Kurniawan)



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Tasawuf/Akhlak Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×