Fitrah Manusia adalah Bertauhid

Fitrah Manusia adalah Bertauhid
Allah menciptakan manusia atas fitrah tauhid itu selagi mereka masih berada dalam perut ibunya
Allah menciptakan manusia atas fitrah tauhid itu selagi mereka masih berada dalam perut ibunya

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum yang menjelaskan tentang fitrah umat manusia yang diciptakannya. 

 

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَاتَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَايَعْلَمُوْنَ. (الرّوم : ٣٠)

 

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam) sesuai fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus tetapi pada umumnya manusia tidak mengetahui. (QS. Ar-Rum : 30)


Perintah menghadapkan wajah (muka) artinya meluruskan tujuan tanpa menoleh kepada yang lain. Wajah atau muka karena merupakan tempat berkumpulnya semua panca indera, dan bagian tubuh yang paling terhormat.


Di sini harus ditegaskan bahwa “fitrah” diartikan “agama Islam”.


Karena manusia diciptakan untuk melaksanakan agama itu. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya menyembah-Ku”. (QS. Az-Zariat : 56). “Dan sembahlah Tuhanmu sampai maut datang kepadamu”. (QS. Al-Hijr : 99).


Rasulullah SAW bersabda:


إِنَّ اللهَ خَلَقَ آدَمَ وَبَنِيْهِ حُنَفَاءَ مُسْلِمِيْنَ. (رواه احمد)


“Sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam dan anak cucunya cenderung kepada kebenaran dan Muslimin – patuh kepada Allah”. (HR. Ahmad).


Itulah ajaran tauhid karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia atas fitrah tauhid itu selagi mereka masih berada dalam perut ibunya, mengingat Allah telah meminta perjanjian mereka “Bukankah Aku Tuhanmu?” mereka menjawab, “Benar, Engkau adalah Tuhan kami”. (QS. Al-A’raf : 172).


Janganlah kamu mengganti agama Islam, janganlah kamu mengubah ajaran tauhid, karena inilah agama yang lurus. Allah SWT telah membekali fitrah Islam kepada hamba-Nya, kemudian sebagian dari mereka dirasuki oleh agama-agama yang telah rusak. Jadi itulah sebabnya manusia tidak mengetahui (bahwa agama Islam itu adalah agama yang haq.


وَإِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ. (الانعام : ١١٦)


“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah”. (QS. Al-An'am : 116)

 

KH Imam Syamsudin, Wakil Rais PCNU Kabupaten Sukabumi
 

BNI Mobile