Home Khutbah Bahtsul Masail Ubudiyah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Zakat Nikah/Keluarga Ilmu Tauhid Ekonomi Syariah Doa Jenazah Tasawuf/Akhlak Doa Haji, Umrah & Qurban Tafsir Mimpi Shalawat/Wirid Ilmu Hadits

Ini Dua Elemen Kunci untuk Perbaikan Bangsa Menurut Rasulullah SAW

Ini Dua Elemen Kunci untuk Perbaikan Bangsa Menurut Rasulullah SAW
Hadits Rasulullah menyebut unsur pemerintah dan unsur ulama secara spesifik ahli fiqih sebagai elemen kunci perbaikan sebuah bangsa.
Hadits Rasulullah menyebut unsur pemerintah dan unsur ulama secara spesifik ahli fiqih sebagai elemen kunci perbaikan sebuah bangsa.

Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Nu‘aim menyebut dua elemen kunci perbaikan suatu bangsa. Dua elemen yang sangat menentukan sebuah bangsa itu adalah unsur pemerintah dan unsur ulama. Hadits ini kemudian dikutip oleh Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam karyanya Nashaihul Ibad pada halaman 48.


Hadits Rasulullah menyebut unsur pemerintah dan unsur ulama secara spesifik ahli fiqih sebagai elemen kunci perbaikan sebuah bangsa. Kedua unsur ini memiliki pengaruh luar biasa dalam membawa kemaslahatan sebuah bangsa, kesejahteraan, keadilan, religiusitas, moralitas, supremasi hukum, keamanan negara, hak-hak sipil, ketahanan pangan, kesehatan, dan masalah bangsa lainnya.


روى انه صلى الله عليه وسلم قال صنفان من امتي ان صلحوا صلحت الامة الامراء والفقهاء رواه ابو نعيم


Artinya, "Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Dua kelompok pada umatku yang jika keduanya baik maka keadaan masyarakat juga akan menjadi baik, unsur pemerintah dan unsur fuqaha/ulama fiqih,'" (HR Abu Nu'aim). 


Hadits ini dikutip oleh Syekh Nawawi Banten ketika mensyarahkan pernyataan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani (773-852 H), “Tiada ada pemenuhan kewajiban pemerintah karena ia tidak memiliki rasa malu dan tidak segan/takut pada individu-individu rakyatnya.”


Syekh Nawawi Banten juga mengutip hadits Rasulullah SAW riwayat Abu Nu‘aim yang menyebut unsur pemerintah sebagai unsur kunci yang menentukan nasib rakyatnya karena kekuatan otoritas dan kewenangan kebijakan yang dimilikinya. (Syekh M Nawawi Banten, Nashiuhul Ibad, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 48).


روى انه صلى الله عليه وسلم قال لن تهلك الرعية وان كانت ظالمة مسيئة اذا كانت الولاة هادية مهدية ولكن تهلك الرعية وان كانت هادية مهدية اذا كانت الولاة ظالمة مسيئة رواه ابو نعيم


Artinya, "Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Rakyat tidak akan binasa sekalipun zalim dan jahat dengan catatan pemerintah tetap dalam memberi petunjuk dan mendapat petunjuk. Tetapi rakyat akan celaka sekalipun memberi petunjuk dan mendapat petunjuk bila kondisi pemerintah bersikap zalim dan jahat,'" (HR Abu Nu'aim).


Syekh M Nawawi Banten juga mengutip pernyataan sahabat Abu Bakar RA yang menyebut kriteria ideal pemimpin atau pemerintah suatu bangsa.


اذا اردت شريف الناس كلهم، فانظر الى ملك في زي مسكين


ذاك الذي حسنت في الناس سيرته، وذاك يصلح للدنيا والدين


Artinya, "Jika kau menginginkan kemuliaan semua orang, perhatikan penguasa yang mengenakan pakaian orang miskin//dialah orang yang bagus track record-nya. Dialah orang membawa maslahat dunia dan akhirat.” (Syekh M Nawawi Banten, Nashi'hul Ibad: 48).


Adapun penyakit umara atau unsur pemerintah adalah berlaku zalim kepada rakyatnya melalui kebijakan-kebijakan yang merugikan kepentingan masyarakat umum sebagaimana disinggung oleh Syekh M Nawawi Banten perihal orang-orang yang shalatnya tidak diterima. Wallahu a‘lam.


Penulis: Alhafiz Kurniawan

Editor: Abdullah Alawi

Terkait

Tasawuf/Akhlak Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya