IMG-LOGO
Doa

Doa untuk Lindungi Anak Kecil

Ahad 27 Maret 2016 0:2 WIB
Share:
Doa untuk Lindungi Anak Kecil
Umumnya anak-anak masih polos. Ia belum bisa menjaga diri dari gangguan baik lahir maupun batin. Ia belum melazimkan wirid yang melindungi dirinya segala gangguan. Tidak heran kalau anak-anak sering menangis tanpa suatu sebab. Ia gampang ‘ketempelan’. Doa ini bisa menjadi alternatif sebagai pencegahan.

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmâti min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli ‘ainil lâmmatin

Artinya, “Aku lindungi kamu dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan setiap setan, setiap binatang, dan dari setiap mata jahat,”(Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Karenanya orang tua juga tidak perlu ikut-ikutan polos sebagaimana anak kecil. Orang tua dianjurkan melazimkan wirid minimal wiridan setelah sembahyang lima waktu. Di samping itu para orang tua yang menyayangi anaknya perlu juga ‘memagari’ anak-anaknya dari segala macam gangguan.

Perlindungan merupakan hak dasar anak yang mesti dipenuhi. Doa ini dibaca dengan harapan Alah melindungi anak-anak mereka dari gangguan makhluk halus, sengatan serangga atau binatang kecil, dan juga mata dengki orang-orang dewasa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Share:
Ahad 27 Maret 2016 23:2 WIB
Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit
Doa Dibaca pada Tubuh yang Sakit
Manusia adakalanya mengalami sakit. Ia mesti bersabar sambil berobat secara medis. Ia perlu meminta doa dari orang-orang saleh untuk kesembuhannya. Tetapi ia juga harus memohon kesembuhan dari Allah SWT. Ia sendiri juga dianjurkan untuk membaca doa berikut ini untuk tubuhnya yang sakit.

بِسْمِ اللهِ بِسْمِ اللهِ بِسْمِ اللهِ أُعِيْذُكَ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Bismillâh, bismillâh, bismillâh. U‘îdzuka bi izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâdziru (dibaca tujuh kali). As’alullâhal ‘adhîma rabbal ‘arsyil ‘adhim an yasyfiyaka (dibaca tujuh kali).

Artinya, “Dengan nama Allah, dengan nama Allah, dengan nama Allah, aku lindungi kamu berkat kemuliaan Allah dan qudrah-Nya dari kejahatan barang yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan (dibaca tujuh kali). Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar, Tuhan Arasy yang maha besar agar Dia menyembuhkanmu (dibaca tujuh kali),”(Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Selain itu ia disunahkan membaca surat Al-Fatihah, Qulhu, Al-Falaq, An-Nas pada tubuh yang sakit. Itu semua merupakan ikhtiar manusiawi sebagai bentuk kefakiran manusia kepada pencipta-Nya. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Jumat 25 Maret 2016 1:43 WIB
Doa Ketika Lihat Terang Bulan
Doa Ketika Lihat Terang Bulan
Kekuatan cahaya bulan memang tidak seberapa dibanding sinar matahari. Meski begitu, cahaya bulan bisa menerangi seisi bumi kalau tidak disaingi oleh lampu kekuatan listrik. Hanya saja selama ini nikmat Allah berupa cahaya bulan hampir-hampir tidak lagi kita rasakan karena posisinya tergantikan lampu listrik. Berikut ini doa yang perlu dibaca saat menyaksikan terang bulan.

اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

Artinya, “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Doa ini dibaca sebanyak tiga kali sesudah kita membaca alhamdulillâh dan shalawat kepada Rasul SAW sebagaimana doa pada lazimnya. Doa ini diharapkan dapat mengantarkan mereka yang membacanya pada keberkahan. (Alhafiz K)

Kamis 24 Maret 2016 10:42 WIB
Doa ketika Masuk Pasar atau Pusat Perbelanjaan
Doa ketika Masuk Pasar atau Pusat Perbelanjaan
Ilustrasi (www.adittyaregas.com)
Pasar, mal, atau pusat perbelanjaan lainnya menjadi salah satu lokasi paling ramai dalam keseharian manusia. Pasar menjadi sentra pergerakan ekonomi karena di tempat inilah para pedagang dan pembeli berjumpa lalu melakukan transaksi. Pedagang-pembeli saling menawar, antarpedagang saling bersaing harga dan berlomba menjajakan dagangan mereka.

Pasar dengan segenap keriuhan dan kesibukannya itu pernah disebut dalam sebuah riwayat sebagai tempat yang paling buruk. Tapi  bukan tempat yang haram, atau harus dihindari. Pernyataan tersebut bermakna bahwa pasar sebagai tempat persaingan dan aktivitas duniawi sangat potensial menjatuhkan seseorang untuk lalai dari Tuhannya, omong kosong, berlaku mubazir, dan berbuat curang demi kekayaan. Namun, justru di sinilah mengapa doa atau dzikir di pasar menjadi amat istimewa. Berikut adalah doa atau dzikir yang dibaca saat memasuki pasar:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Lâilâha illâLlâhu wahdahu lâ syarîkalahu, lahu-l-mulku wa lahu-l-hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa hayyun lâ yamûtu biyadihi-l-khair wahuwa ‘alâ kulli syai-in qadîr

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah. Maha Tunggal. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah pemilik kekuasaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Mampu atas segala sesuatu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa barangsiapa yang mengucapkan bacaan tersebut maka Allah mencatat untuknya satu juta kebaikan dan menghapus untuknya satu juta keburukan serta meninggikan untuknya satu juta derajat. Hadits ini termaktub dalam riwayat at-Tirmidzi, dari Sayyidina Umat ibn Khattab.

Dalam riwayat lain disebutkan, Rasulullah ketika memasuki pasar membaca:

باسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوقِ وَخَيْرَ ما فِيها وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ مَا فِيهَا اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ أنْ أُصِيبَ فِيْهَا يَمِيْناً فاجِرَةً أوْ صَفْقَةً خَاسِرَةً

Bismillâh allâhumma innî as-aluka khaira hâdzihi-s-sûqi wa khaira mâ fîhâ wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ. Allâhumma innî a‘ûdzubika an ushîba fîhâ yamînan fâjiratan au shafqatan khâsiratan

Dengan nama Allah, ya Allah, aku memohon kebaikan dari pasar ini dan kebaikan dari apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung dari keburukan pasar ini dan keburukan apa yang ada di dalamnya. Ya Allah, aku berlindung dari sumpah palsu dan transaksi yang merugikan. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)