IMG-LOGO
Doa

Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Sabtu 9 April 2016 0:0 WIB
Share:
Doa Rasulullah saat Memasuki Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat  bulan haram, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Rasulullah mencontohkan, saat memasuki bulan Rajab beliau membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ

“Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Selain berdzikir dan berdoa, pada bulan Rajab umat Islam juga dianjurkan untuk puasa sebanyak-banyaknya, sebagaimana juga pada bulan-bulan haram lainnya. Sebutan sebagai bulan haram merujuk sejarah dilarangnya umat Islam mengadakan peperangan pada bulan-bulan itu. Wallâhu a'lam.

(Mahbib)

Tags:
Share:
Jumat 8 April 2016 10:25 WIB
Doa ketika Melihat Langit
Doa ketika Melihat Langit
Ilustrasi (gettyimages)
Segala ciptaan baik di alam raya maupun dalam diri manusia adalah tanda atau ayat (keagungan) Allah. Sehingga, saat seseorang menyaksikan ciptaan, apa saja, semestinya juga membawa kepada pengalaman ruhaniyah akan kemahabesaran itu. Demikian pula ketika melihat langit. Dalam hadits shahih, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca doa berikut ini yang merupakan kutipan dari Surat Ali Imran ayat 191:

رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr

“Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)


Rabu 6 April 2016 11:0 WIB
Doa saat Kondisi Darurat
Doa saat Kondisi Darurat
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ

Bismillâhirrahmânirrahîm walâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adhîm

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada kekuatan dan daya upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Doa ini diajarkan Rasulullah kepada Sayyidina Ali apabila dilanda kesulitan yang mengancam jiwa. Barangsiapa membaca doa tersebut, Allah akan melenyapkan berbagai malapetaka menurut kehendak Allah subhânahu wata‘âlâ. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Selasa 5 April 2016 23:4 WIB
Doa Sebelum Jawab Soal Ujian
Doa Sebelum Jawab Soal Ujian
Jawab soal ujian bukan soal belajar semalam suntuk sehari sebelum ujian. Persiapan untuk menjawab soal ujian di akhir pembelajaran mesti dilakukan sejak masuk sekolah beberapa tahun sebelumnya. Tetapi ada baiknya meminta kemudahan kepada Allah SWT sebelum menjawab soal ujian.

رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

Rabbi yassir wa a‘in wa lâ tu‘assir

Artinya, “Wahai Tuhanku, mudahkanlah. Bantulah [aku]. Jangan Kaupersulit,” (Lihat Imam An-Nawawi, awal Raudhatut Thalibin, Darul Fikr).

Namun begitu, kemudahan untuk memahami dan mengikat pelajaran yang diterima ini bergantung pada banyak hal. Sebut saja masalah gizi, mental, suasana rumah, suasana belajar di kelas, pembawaan guru, ketersediaan bacaan yang memadai, pendamping yang mumpuni saat belajar, dan juga kedekatan dengan Allah SWT. Semua ini cukup menentukan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)