Tafsir Surat Al-Baqarah 213: Tujuan Diutusnya Nabi dan Diturunkannya Kitab
Artikel ini menyuguhkan tafsir surat al-Baqarah ayat 213 yang membahas tentang tujuan diutus Nabi dan diturunkan kitab suci
Artikel dengan tag "Tafsir"
Artikel ini menyuguhkan tafsir surat al-Baqarah ayat 213 yang membahas tentang tujuan diutus Nabi dan diturunkan kitab suci
Berikut ragam tafsir dari surat al-Baqarah ayat 212 yang memuat perbedaan kehidupan orang-orang di dunia dan akhirat
Tafsir Al-Qur'an al-Baqarah ayat 211 berisi tentang peringatan Allah pada Bani Israil dan juga seluruh umat agar tidak kufur pada nikmat Allah
Korelasi mengagumkan antara surat ini dengan surat sebelumnya, Al-Ma'un adalah surat ini merupakan lawan darinya.
Ayat ini memberikan pelajaran kepada hamba Allah agar tidak meremehkan waktu yang telah diberikan oleh Allah untuk menjalankan perintah-Nya.
Tafsir Surat An-Nisa’ Ayat 33 ini menjelaskan tentang maksud sumpah setia dalam agama Islam.
Umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan syariat Islam secara keseluruhan dengan tidak membanding-bandingkannya dengan syariat sebelumnya.
Ayat ini memberi pesan penting kepada manusia untuk mengingat kembali tujuan penciptaan manusia, yaitu untuk menghamba kepada-Nya.
Tiga sifat munafik yang bisa menjangkiti orang beriman, lebih semangat membahas urusan duniawi, berbuat kerusakan; dan sombong.
Syekh Muhammad Abduh tentang burung Ababil terkesan lebih rasional, namun dibantah oleh Syekh Muhammad Mutawalli As-Sya'rawi.
Ibnu Abbas: "Ayat ini turun berkenaan orang-orang munafik yang memamerkan shalatnya di hadapan orang mukmin.
Kata "Ara'aita" dalam ayat adalah untuk menggugah pikiran dan hati agar memperhatikan kalimat berikutnya.